Mendapatkan Work and Holiday Visa (WHV) 2018



Halo teman-teman!

Sebagian besar dari kalian sudah mengetahui apa itu Work and Holiday Visa (WHV) subclass 462. Jika belum, penjelasan dan syarat umum seperti usia, anggota keluarga (suami, istri, anak), pengajuan di luar Indonesia, dan lain-lain bisa dibaca di web resmi kedutaan Australia dan web Jejak Merlin.


Untuk bisa apply Work and Holiday Visa ke kedutaan Australia, kita membutuhkan Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia (SRPI) alias surat sakti dari pihak imigrasi Indonesia. Seperti yang kita ketahui, mulai tahun 2018 imigrasi memperlakukan sistem baru agar mempermudah para pemuda pemudi Indonesia dan juga pihak imigrasi tentunya. Sistem ini memungkinkan kita untuk submit dokumen secara online serta memilih tanggal wawancara yang kita inginkan. 

Dibandingkan dengan sistem yang lama, menurut saya keuntungan sistem yang baru ini adalah:
- Ada kepastian tanggal wawancara. Di sistem yang lama kita menunggu tanggal wawancara sampai berbulan-bulan dengan ketidakpastian. Belum lagi jika ternyata di tanggal wawancara yang ditentukan kita berhalangan hadir.
- Jumlah dan sisa kuota 1.000 orang per tahun transparan. Pada sistem yang lama tidak ada info apakah kuota sudah penuh atau tidak serta berapa sisanya.
- Meminimalisir orang yang apply lebih dari satu kali. Kita tidak perlu mengirimkan pengajuan berulang-ulang karena dapat dicek apakah pengajuan kita berhasil diterima atau tidak.
- Proses penerbitan SRPI lebih cepat. Dari tanggal wawancara tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan SRPI, cuma maksimal dua hari.
- Paperless. Tidak perlu lagi membawa fotokopi dokumen saat wawancara SRPI.

SYARAT DOKUMEN SRPI

Syarat dokumen untuk mendapatkan SRPI dapat dilihat pada: website imigrasi

Sebelum pendaftaran SRPI atau pemilihan tanggal wawancara dibuka, persiapkan dokumen dengan baik karena dokumen ini lah yang akan diupload dan diverifikasi oleh pihak imigrasi. Ingat! Tidak ada dokumen susulan ke imigrasi. Jadi apa yang kamu upload itu lah yang menentukan kamu ditolak atau dipanggil wawancara oleh imigrasi. Satu dokumen saja tidak lengkap akan ditolak, satu syarat saja tidak dipenuhi akan ditolak. Imigrasi ketat dalam hal ini karena ingin memberikan SRPI kepada orang yang benar-benar siap saja. 

Dokumen yang diupload adalah sebagai berikut:
- Pas Foto
Foto terbaru dengan latar belakang putih. Ukuran foto terserah. Saya waktu itu pakai ukuran 4x6.

- Kartu Tanda Penduduk (e-KTP)
Pastikan tulisan terbaca dan foto di e-KTP terlihat.

- Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
SKCK yang diminta adalah minimal keluaran Kepolisian Daerah (Polda). Dokumen yang dibutuhkan untuk membuat SKCK adalah fotokopi KTP, paspor, akte lahir, KK (kartu keluarga) dan enam lembar pas foto 4x6 background merah. Biaya pembuatannya adalah Rp 30.000 dan SKCK berlaku selama enam bulan.

Pembuatan SKCK tidak bisa diwakilkan karena ada proses pengambilan sidik jari. Menurut pengalaman pejuang WHV yang tinggal di Jakarta, KTP Jabodetabek boleh mengajukan SKCK di Polda Metro Jaya, sedangkan KTP selain Jabodetabek boleh mengajukan SKCK di Mabes Polri. Pengalaman yang lalu, saya ber-KTP DKI Jakarta bisa langsung membuat SKCK di Polda Metro Jaya tanpa perlu membawa surat pengantar RT, RW dan seterusnya. 

- Passport
Tanggal masa berlaku (expiry) passport tidak kurang dari 18 bulan sejak tanggal wawancara. Contoh saat pendaftaran SRPI tahun 2018: passport expired tanggal 15 Juni 2020. Jangan pilih tanggal wawancara setelah tanggal 15 Desember 2018 karena saat itu masa berlaku passport sudah kurang dari 18 bulan.

- Ijazah Pendidikan
Untuk pendidikan, syaratnya adalah minimal lulusan Diploma III (D-3) atau Strata 1 (S-1). Yang dilampirkan adalah ijazah/sertifikat pendidikan. Khusus peserta yang kuliah di luar negeri, wajib melampirkan juga Kartu Hasil Studi (KHS) dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). 

Jika belum menyelesaikan studi S-1 dan berstatus mahasiswa aktif (bukan drop out ya) juga boleh apply WHV namun disertai dengan surat keterangan sebagai mahasiswa aktif dari kampus, Kartu Hasil Studi (KHS) dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Lain cerita untuk D-3 harus sudah lulus. Jika telah menyelesaikan studi S-1 namun belum mendapatkan ijazah alias diberikan Surat Keterangan Lulus (SKL) oleh pihak kampus, yang diupload adalah dokumen berstatus mahasiswa aktif. Yang saya baca, beberapa orang yang upload SKL ditolak oleh imigrasi.

- Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris (IELTS)
Tes IELTS yang diminta boleh General (GT) atau Academic (AT) dengan overall band minimal 4.5. Jika salah satu aspek kurang dari 4.5 tidak apa-apa selama nilai overall tidak kurang dari 4.5. Pastikan juga IELTS kalian masih berlaku, yaitu 2 tahun dari tanggal pada sertifikat IELTS. Pengalaman persiapan dan tes IELTS melalui British Council sudah saya ceritakan di post terpisah. Jangan tanya bisa pakai TOEFL atau lembaga yang lain karena sudah jelas tertulis yang diterima cuma IELTS. 

Bagi yang kuliah dalam negeri yang bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Inggris, tetap wajib memberikan sertifikat IELTS. Lalu bagi yang kuliah di luar negeri tidak perlu memberikan sertifikat IELTS dan saat pendaftaran kolom IELTS diupload file gabungan ijazah-KHS-KTM.

- Surat Keterangan Bank
Surat keterangan bank atau surat referensi bank yang menyatakan kepemilikan dana minimal AUD $5.000 (lima ribu Dollar Australia) atau IDR dengan nilai setara. Dana yang dimiliki tidak dibekukan dan dapat digunakan kapan pun. Jika rekening tabungan atas nama orang tua/wali, wajib melampirkan surat jaminan/sponsor bermaterai Rp 6.000 (enam ribu rupiah), e-KTP atas nama orangtua/wali dan kartu keluarga.

FAQ: 
- Apakah perlu memberikan rekening koran tiga bulan terakhir? tidak perlu.
- Apakah boleh pinjam uang dari saudara untuk melengkapi jumlah tersebut? boleh, tapi saran saya sebaiknya beneran punya tabungan untuk mengurus visa (total biaya ada di bawah), beli tiket pesawat dan hidup selama satu-dua bulan di Australia.
- Apakah boleh memberikan bukti dana deposito? tidak karena ada yang pernah ditolak dan imigrasi mengatakan dana harus dapat digunakan kapan pun.
- Apakah boleh menggunakan rekening bank luar Indonesia? ada yang pernah ditolak juga, lebih baik menggunakan bank di Indonesia.

***

Format file yang diperbolehkan adalah pdf dan khusus foto jpeg. Nah mengenai size atau ukuran per file sedikit dilema. Awalnya pada website imigrasi tertulis ukuran minimal 60 KB tanpa keterangan maksimal. Saat pendaftaran dibuka, pada kolom upload dokumen tertulis ukuran maksimal 1 MB. Siang hari tiba-tiba berubah menjadi 200 KB. Sekejab semua orang panik harus compress file menjadi di bawah 200 KB. Saya sendiri compress file di website ilovepdf

Untuk pendaftaran berikutnya, sejauh ini (3 Februari 2019) belum ada info lebih lanjut mengenai ukuran maksimal file yang diupload. Saran saya sebaiknya buat dua versi: maksimal 1 MB dan 200 KB. Jika boleh maksimal 1 MB, lebih baik karena dokumen di bawah 200 KB beresiko menjadi buram dan tidak bisa dibaca apalagi jika dalam satu file terdapat beberapa halaman.

PEMILIHAN TANGGAL WAWANCARA

Pemilihan tanggal wawancara dilakukan pada: website whv imigrasi

Setiap tahunnya pendaftaran SRPI alias pemilihan tanggal wawancara dibuka pada awal Juli. Namun karena sistem baru, pendaftaran molor dan baru dibuka pada tanggal 28 Agustus 2018 jam 08.00. Untuk tahun berikutnya kalian coba cek di IG imigrasi @ditjen_imigrasi atau website imigrasi atau group FB "WHV Indonesia (Work & Holiday Visa Australia - 462)". Untuk group FB, tolong jangan spam tanya kapan pendaftaran dibuka ya! Kalian bisa menggunakan fitur search di group untuk mencari info yang dibutuhkan.

Step by step pendaftaran untuk mendapatkan SRPI kira-kira seperti ini:
- Login dengan akun Gmail atau LinkedIn atau Facebook
- Memilih tanggal wawancara
- Mengisi form (diberi waktu maksimal 10 menit)
- Upload dokumen
- Submit
- Review dokumen terupload (dokumennya bisa didownload)
- Menunggu verifikasi
- Mendapatkan surat undangan wawancara
- Wawancara
- Mendapatkan SRPI


Flow Process e-SRPI

Ketika pendaftaran dibuka, seperti yang bisa ditebak website down! Jumlah orang yang akses membludak dan tidak sanggup ditampung oleh server. Semacam rebutan beli tiket konser. Lol. Kami bersabar pantengin dan refresh. Sempat beberapa kali bisa sampai memilih tanggal wawancara tapi saat mulai mengisi form waktu sisa 1 menit sehingga tidak sempat dan waktu habis.

Kuota WHV pada Jam 08.30

Menjelang siang, waktu loading page dan sisa waktu pengisian form berangsur-angsur membaik. Akhirnya sekitar jam 11.00 Anthony (suami aing) berhasil mendaftar pada tanggal wawancara 7 November 2018 (no urut 119) sedangkan sekitar jam 13.30 saya berhasil mendaftar pada tanggal yang sama (no urut 503). Sekitar jam 16.00 kuota 1.000 orang ludes habis. Supaya mengetahui kalian mendapatkan kuota WHV atau tidak, bisa dicek di kanan atas "Proses Permohonan" atau "Riwayat".

Contoh Pengisian Form dan Upload Dokumen - 1

Contoh Pengisian Form dan Upload Dokumen - 2

Kuota WHV pada Jam 14.00

Setelah isi formulir, akan ada proses verifikasi dokumen oleh imigrasi. Verifikasi dokumen akan selesai sekitar H-14 sampai H-2 dari tanggal wawancara. Jika lulus verifikasi, kalian akan mendapatkan surat undangan wawancara. Sebaliknya jika gagal, akan ada attachment surat penolakan. Dari pengalaman pejuang WHV, imigrasi tidak menerima dokumen susulan sehingga kalian tidak perlu buang waktu dan biaya untuk datang ke imigrasi. Tetapi jika kalian sudah merasa dokumen yang diupload lengkap dan sesuai (di web bisa cek dokumen apa saja yang kita upload), kalian boleh tanya via whatsapp ke imigrasi.




Verifikasi dokumen pengajuan SRPI Anthony selesai tanggal 25 Oktober 2018 (H-13) dan saya tanggal 26 Oktober 2019 (H-12). Kami berdua lolos verifikasi. Yeay! Lega banget. Selangkah lebih maju mendapatkan WHV!


HARI-H WAWANCARA

Alamat Kantor Imigrasi:
Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi
Ruang Pelayanan Subdit. Visa Lt. 1
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. X-6 No. 8
Kuningan, Jakarta Selatan

Dokumen yang perlu dibawa adalah:
- Surat undangan wawancara 
- Seluruh dokumen asli yang diupload (foto, e-KTP, SKCK, Passport, Ijazah pendidikan, IELTS, surat keterangan bank)


Proses pengajuan SRPI ini tidak dikenakan biaya dan wawancara tidak dapat diwakilkan. Di imigrasi akan ada antrian wawancara lagi. Saya dan Anthony tiba sekitar jam 08.30 dan dipanggil wawancara sekitar jam 11.30. Kebetulan kami diwawancara dengan bahasa Indonesia. Pertanyaannya menurut saya umum sembari petugas mengecek dokumen asli kita. Contoh pertanyaannya: tahu WHV dari mana, kenapa mau WHV, sekarang kerja apa, rencana mau kerja apa di sana dan lain-lain. Jika pada pengisian form (bukan dokumen) terdapat kesalahan, kita diarahkan ke satu loket dan infokan apa yang perlu dikoreksi. Ini tidak berpengaruh terhadap keputusan perolehan SRPI.

Beberapa orang yang diwawancara awal-awal sekitar no 1-5 (dengar-dengar mereka tiba di imigrasi jam 5-6 pagi) mendapatkan SRPI di hari yang sama sehingga bisa langsung mengajukan visa ke kedutaan Australia melalui AVAC (Australia Visa Application Centre) di Mall Kuningan City. Kami mendapatkan SRPI dua hari setelahnya dan hari Jumat sore, sehingga kami baru lodge minggu depan. SRPI didownload di web whv imigrasi ya, bukan diemail ataupun dikirimkan ke alamat rumah kita.

SRPI telah Terbit dan Berlaku Satu Bulan

Contoh SRPI (Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia)

MENGAJUKAN VISA KE KEDUTAAN AUSTRALIA MELALUI AVAC

Mengenai mengajukan visa atau lebih sering disebut lodge ke AVAC serta melakukan medical check up, kalian bisa baca di Web Dearvalent (di web tersebut juga sudah dijelaskan cara mengisi form 1208). Saya tidak jelaskan lagi karena ketentuannya masih sama, kecuali beberapa hal ini:
- CV (Curriculum Vitae) sudah bukan optional, melainkan kewajiban.
- Pada form 1208 no 24 centang di 'Not applicable'.
- Saya membuat surat keterangan bank yang baru lagi karena yang disubmit untuk SRPI sudah expired (umumnya surat keterangan bank berlaku tiga bulan).
- Yang ini share aja, saya melakukan kekeliruan tidak memberikan surat keterangan bank yang asli, malah memberikan fotokopian tapi syukurlah masih granted.
- Saya lodge dokumen ke AVAC terlebih dahulu baru medical check up.
- Terdapat update list panel doctors untuk medical check up per Maret 2018 (gambar di bawah).

Email Konfirmasi Appointment VFS

Email HAP ID


List of Panel Doctors (update Maret 2018)


Email Visa Granted

Timeline dan biaya yang dikeluarkan dapat dilihat di bawah ini:

Timeline
Mendaftar IELTS: 3 Juli 2018
Tes IELTS: 28 Juli 2018
Hasil Tes IELTS diterima: 10 Agustus 2018
Pembuatan SKCK: 8 Agustus 2018
Pembuatan surat keterangan bank: 14 Agustus 2018
Pendaftaran SRPI dibuka: 28 Agustus 2018

Wawancara: 7 November 2018
SRPI terbit: 9 November 2018
Lodge ke AVAC: 13 November 2018
Dapat HAP ID: 27 November 2018
Medical Check Up: 1 Desember 2018
Visa Granted: 10 Desember 2018

Biaya
Tes IELTS: Rp 2.900.000
SKCK: Rp 30.000
Surat keterangan bank BCA: 2 kali x Rp 50.000 = Rp 100.000
Lodge ke AVAC: Rp 5.175.000
Medical check up di RS Premier Bintaro: Rp 895.000
Total biaya: Rp 9.100.000

***

Saat menulis ini, saya belum berangkat ke Australia. Rencananya bulan ini kami akan ke Darwin (Northern Territory) dan tidak menutup kemungkinan ke kota terpencil lainnya untuk menyelesaikan syarat WHV tahun kedua (second year). Wish us luck yaa!

Inesu

My name is Ines and welcome to my blog Mochinesu. I am a traveller and blogger currently living in Darwin, Australia. I write my experiences and travel stories inside this blog.

9 comments:

  1. Informasi nya membantu banget. Glad that I found this blog.
    Kak, saat hari pertama dibuka pendaftaran RSPI apa kuota 1000 orang langsung habis yg kalo ga salah saya baca di tgl 28 agustus 2018, in case kita kelewat dan baru daftar besoknya?
    Apa kita cuma punya waktu 1 hari untuk daftar, upload dokumen dan pilih tgl wawancara ya? Karana kakak tulis di atas jam 16.00 kuota 1000 orang sudah terambil. *correct me if I'm wrong*
    Saat itu apakah ada pengumuman dari pihak imigrasi tanggal pasti pembukaan pendaftaran srpi utk whv?
    Makasi ya kak sebelumnya udh sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Diah. Thank you.
      Iya, dalam satu hari kuota 1000 langsung habis karena yang daftar banyak. Jadi siapa cepat, dia dapat.
      Ada pengumuman tanggal dan jam di IG imigrasi dan website (klik tab pengumuman). Good luck.

      Delete
  2. Makasih infonyaa ka...
    Klo lodge visa ke avac kan bayar 5jt sekian klo di tolak apa uang 5jtnyaa bisa kembali ka?
    Dan untuk pengisian data pengajuan SRPI di web imigrasi itu di menu sebelah mana ka? Karna saya cek cuma ada keterangn tentang whv dan syarat2nya aja apa memeng blm ada?

    Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Your welcome.
      Tidak kembali. Setau saya dimana-mana apply visa uangnya tidak kembali.
      Di website yang berbeda, linknya sudah ada di atas setelah "PEMILIHAN TANGGAL WAWANCARA". Good luck.

      Delete
  3. Makasih kak infonya, mau nanya untuk ielts boleh pake sertifikat ielts yg masa berlakunya kurang dari setahun ketika upload dokumen ke imigrasi dan wawancara?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Rayana. Boleh, masa berlaku IELTS dua tahun.

      Delete
  4. Kak thank you buat penjelasan detailnya. Mau tanya kalo tahun ini umur sudah 30 tahun apa masih bisa utk apply whv 2019 ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Anisa. Selama belum ulang tahun ke 31 masih bisa. Cuma saya kurang tahu saat tanggal pendaftaran atau tanggal interview. Good luck.

      Delete