Pengalaman Tes IELTS By British Council di Jakarta

Sejak lulus kuliah dan masuk di dunia kerja selama lima tahun, saya tidak pernah menyentuh buku pelajaran sama sekali. Tidak pernah juga mengikuti tes tertulis. Pekerjaan di kantor bersifat praktik, tidak ada pada teori di buku atau karya ilmiah karena lebih ke peraturan yang dikeluarkan oleh BPOM dan LPPOM MUI. Hal itu berubah saat saya dan suami memutuskan untuk mengambil WHV (Working Holiday Visa) yang merupakan bentuk kerja sama antara Indonesia dan Australia. Salah satu syarat WHV adalah hasil tes IELTS General (GT) atau Academic (AT) dengan overall band minimal 4.5. Akhirnya kami daftar tes IELTS dengan persiapan kurang dari sebulan.


Awalnya saya cukup susah mulai belajar. 'Setting' otak ke mode belajar setelah lima tahun itu susah banget. Kami sempat mau kursus persiapan IELTS namun mikir-mikir biayanya apalagi saya baru resign dari kantor, kami akhirnya memutuskan untuk belajar sendiri saja. Mendadak di rumah kita ngobrol dengan bahasa Inggris. Lol. Kami membeli buku persiapan IELTS (fotocopy-an) di tokopedia. Saya belajar online dari IELTS Liz dan youtube juga. Saya belajar lebih intens dua minggu menjelang tes. Untungnya juga sudah resign jadi lebih fokus dan banyak waktu. Tapi bagaimanapun sehari menjelang tes saya stress dan nangis takut tidak capai target 4.5, takut duit yang tidak sedikit Rp 2.900.000 terbuang percuma.. muahaha


Buku yang Saya Gunakan untuk Belajar

Link-link yang Berguna untuk Persiapan IELTS

Saya dan suami daftar IELTS pada 3 Juli 2018 untuk tes pada Sabtu, 28 Juli 2018. Saya mengambil General (GT) sedangkan suami mengambil Academic (AT) karena mau digunakan untuk apply S2. Kami memilih tes IELTS yang diadakan oleh British Council karena lokasi tes paling dekat dengan tempat tinggal kami, yaitu di Millennium Hotel.


Cara Mendaftar IELTS di British Council

Jadwal Tes IELTS 2018 by British Council

Hari H Tes
Lokasi Tes: 
Millennium Hotel
2nd Floor - Meeting Room
Jl. Fachrudin No.3, RT.1/RW.7, Kp. Bali, Tanah Abang, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10250
Telp: (021) 2303636




Kami jalan dari rumah jam 07.00 dan tiba di Millennium Hotel jam 07.30. Parkiran motor berada di lantai B2, sedangkan mobil di lantai B1 dan B2. Dari parkiran kami naik ke lantai 2 memakai lift. Di lokasi sudah lumayan banyak orang. Ada yang tampang masih muda banget, mungkin anak sekolah. Ada juga yang agak berumur, mungkin untuk keperluan S2 or S3. Kami ke toilet di lantai 3 supaya saat tes tidak perlu ke toilet. 

Sekitar jam 08.00 panitia mulai mengarahkan kami untuk berbaris dan melakukan registrasi. Identitas diri (KTP atau Passport) yang di-submit saat pendaftaran ditunjukkan dan dicocokkan. Panitia lalu mengambil foto kita masing-masing. Tas harus dititipkan dan kita diberi nomor titipan barang. Handphone harus dimatikan dan dimasukkan ke dalam tas. Jam tangan juga tidak boleh dipakai. Boleh membawa minuman tapi kemasan botol bening tanpa label (nanti disediakan botol air mineral 330 ml di meja). Alat tulis tidak perlu dibawa karena sudah disediakan dua pensil dan penghapus di meja masing-masing. Kami diberi kertas bertuliskan nama, nomor peserta, nomor identitas KTP/Paspor dan jadwal tes speaking. Oh iya, jadwal tes speaking sudah diinfokan beberapa hari yang lalu lewat email.


Kertas Identitas Tes IELTS

Setelah registrasi, kami diarahkan untuk ke ruangan yang ditentukan. Di dalam ruangan tersebut mungkin ada sekitar 18-21 meja panjang yang masing-masing diisi oleh dua orang. Sementara menunggu proses registrasi selesai, jika ingin ke toilet kita harus meninggalkan identitas dan di saat bersamaan hanya diperbolehkan satu wanita dan satu pria ke toilet. Jam 09.30 barulah tes dimulai.

Listening
Speaker di ruangan tes saya berfungsi dengan baik dan jelas, jadi tidak ada kendala dalam listening. Sayang sekali speaker di ruangan suami agak bermasalah, suaranya kresek kresek. Untungnya bisa diperbaiki dan dialog di awal-awal masih boleh diulang. Ujian listening antara general dan akademik sama alias tidak dibedakan. Saya masih ingat soal paling terakhir adalah mengenai buah lontar di Indonesia.. hahaha. 

Reading
Untuk ujian reading general dan akademik, soalnya dibedakan. Di akademik artikelnya lebih panjang daripada di general. Karena sewaktu latihan reading saya memakai soal akademik, di general tidak terlalu masalah. Salah satu tips yang saya dengar adalah baca terlebih dahulu pertanyaan lalu baca artikel. Bagiku itu lumayan membantu. Biasanya orang 'curi' banyak nilai dari reading ini untuk menutupi ujian lain yang kurang.


Writing
Inilah momok dalam IELTS. Kebanyakan orang mengatakan ujian writing paling susah dan betul kami mengakui itu. Writing terbagi menjadi dua task. Task pertama di General diminta membuat surat, sedangkan di akademik diminta menjelaskan grafik/diagram/gambar. Task pertama ditentukan minimal 150 kata dan diberikan waktu 20 menit. 

Task kedua di General dan Akademik diminta membuat essay. Yang membedakan antara keduanya adalah tingkat kesulitan topiknya. Task kedua ditentukan minimal 250 kata dan diberikan waktu 40 menit. Jadi total waktunya adalah 60 menit. Menurutku 60 menit waktu yang sangat singkat. Memikirkan apa yang harus dibilang mengenai topik di essay lalu diterjemahin ke bahasa Inggris aja udah makan waktu. Apalagi sekarang lebih sering ngetik daripada tulis tangan. Tangan jadi kaku banget buat nulis. Lol. 

Waktu itu task satu diminta untuk menuliskan surat ke teman mengenai lowongan kerja di negara sana. Kami harus menyebutkan pengalaman kerja sebelumnya, alasan kenapa sangat membutuhkan kerjaan ini dan kerjaan seperti apa yang diinginkan di luar negeri. Untuk task dua, kami diminta pendapat mengenai topik keberhasilan edukasi siswa lebih ditentukan oleh tenaga pengajar daripada siswa itu sendiri.

***

Sekitar jam 12.30 ketiga tes tersebut selesai. Untuk speaking, seperti yang sudah diinfokan di atas jadwal berbeda-beda setiap orang. Saya perhatikan di saat bersamaan sekitar 3-5 orang tes speaking, karena itulah tes speaking bisa sampai keesokan harinya. Suami dapat jadwal hari yang sama jam 17.20, sedangkan saya keesokan harinya jam 15.20. Kami makan siang dan nongkrong dulu di daerah Cideng yang hanya 5-10 menit naik motor dari Millennium Hotel.

Speaking
Kemampuan speaking akan dinilai oleh native speaker, jadi kita akan 'ngobrol' dengan bule. Speaking tidak dibedakan antara general dan akademik. Sama-sama akan dipilihkan topik dan pertanyaan oleh penguji. Awal percakapan akan membahas mengenai diri kita dulu, misal nama, pekerjaan dan lain-lain. Saya sempat ditanya mengenai travelling. Yes, lucky me

Giliran topik, suami dapat topik tentang hangout. Cukup membuat bingung karena dia tidak biasanya hangout.. hahaha. Bisa aja kita jawab jujur misalnya saya tidak biasanya hangout karena saya orangnya introvert lebih suka berada di rumah, tapi biasanya saya nongkrong di cafe untuk mengerjakan kerjaan sampingan. Jadi ngomong aja karena yang dinilai speaking kita. Saya dapat topik mengenai comic actor favorite, kemudian menyerembet ke topik film, youtube, circus dan dampaknya ke anak-anak.

Hasil Test


Email dari British Council



Tanggal 10 Agustus 2018 siang kami diemail oleh British Council yang berisi hasil IELTS. Dari email akan diarahkan ke link web British Council. Kami harus mengisi tanggal tes, tanggal lahir, no identitas KTP/paspor serta nomor peserta. Hasilnya di luar dugaanku, overall band 6.5! Aaaaaa rasanya pengen teriak. Nilai paling tinggi di Reading yaitu 7.0. Yang paling ga ku sangka itu speaking 6.0. Aku pikir bakal dapat 5.0! xDD 

Selang sekitar 3-4 jam kurir yang membawa hardcopy hasil tes IELTS tiba di rumah. Kalau saya lihat resinya, dokumen ini di-submit ke kurir sehari sebelumnya. Jadi bener-bener dipastikan di hari yang dijanjikan hasil tes sudah di tangan dan bisa digunakan untuk keperluan studi atau kerja. Nice!


Band Score IELTS


Overall segala keterangan yang disampaikan oleh pihak British Council mengenai petunjuk pengisian kertas dan peraturan tes cukup jelas. Di layar pada ruangan tes sudah menampilkan timer jadi kita bisa mengatur waktu dengan baik dalam mengerjakan reading dan writing. Hasil tes juga tepat waktu dan jelas. So I think test IELTS by British Council is recommended!

Inesu

My name is Ines and welcome to my blog Mochinesu. I am a traveller and blogger currently living in Darwin, Australia. I write my experiences and travel stories inside this blog.

9 comments:

  1. Hi kak! Salam kenal, aku Debby. Mau nanya buku IELTSnya masih dipake ga? boleh aku beli? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Debby.
      Sebenarnya sudah tidak tapi saya lagi di Australia jadi tidak bisa kirim bukunya.

      Delete
  2. halo kak hasil ^.5 itu di email kan ? jadi kita udah tahu nilainya sblum sertifikat kita sampai atau gmna??

    ReplyDelete
  3. kak, 2 hari yang lalu aku test juga di BC, di Millenium Hotel juga, doain ya kak, tanggal 12 Juli nanti keluar nilainya, dan makasih atas pengalaman yang telah kakak utarakan di blog ini. Salam Kenal

    ReplyDelete
  4. kak, 2 hari yang lalu aku test juga di BC, di Millenium Hotel juga, doain ya kak, tanggal 12 Juli nanti keluar nilainya, dan makasih atas pengalaman yang telah kakak utarakan di blog ini. Salam Kenal kak Ines

    ReplyDelete
  5. Nice blog!!! Really.
    Apa Kakak juga punya tulisan tentang WHV dari awal sampai bisa berangkat kesana?
    Thank you..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Anan.
      Thank you. Di atas kata WHV (Working Holiday Visa) kalau diklik nyambung ke post tentang cara apply WHV. Ada juga post lain seperti:
      https://www.mochinesu.com/2019/04/apa-yang-harus-dibawa-ke-australia.html
      https://www.mochinesu.com/2019/06/persiapan-dan-sebulan-pertama-whv-di.html

      Delete