Review Kamera Mirrorless Nikon 1 J5

, , , 43 Comments


Update September 2017
Kamera Nikon 1 J5 sudah dibawa ke Jepang (yeaay!)
Hasil fotonya bisa lihat di https://www.mochinesu.com/2017/09/tips-itinerary-japan-2nd-trip-18-30.html (kecuali 1 foto di Bunga Nemophilla pakai yi cam -> lebih fisheye dan wide)

Update April 2018
Lensa baru! Bagi yang suka hasil foto bokeh, lensa ini cocok: https://www.mochinesu.com/2018/04/n00b-photographer-mengenal-lensa-1.html
_____________________________________________________________


Hellow guys!

Aku mau cerita dan review ala N00B (baca: newbie/pemula) photographer tentang kamera mirrorless Nikon 1 J5 ^o^


sumber

43 comments:

Keunikan Penutup Lubang Got di Jepang

, , , 0 Comments




Salah satu keunikan Jepang berada di bawah kaki kita.

Penutup Lubang Got di Shirakawago

Penutup lubang got (sewer cap) berbeda di setiap kota sesuai budaya lokal kota tersebut. Sejarahnya, pada tahun 1985 pemerintah Jepang mengumumkan dan memberikan kebebasan kepada setiap kota untuk mendesain penutup gotnya masing-masing. Ada yang menggambarkan arsitektur warisan budaya, hewan atau bunga setempat, kehidupan sehari-hari, dan sebagainya.

Penutup Lubang Got di Gifu
Bagi beberapa orang termasuk saya, penutup lubang got ini menjadi objek yang menarik untuk dibidik kamera karena sampai saat ini terdapat sekitar 6000 tutup got di Jepang dengan desain yang berbeda serta memiliki sejarah di dalamnya. Contoh, penutup lubang got di Gifu terdapat gambar sejenis bangau dan ikan. Pada zaman dahulu nelayan di Gifu menangkap ikan dibantu oleh bangau yang lehernya diikat. Ketika bangau tersebut menangkap ikan dan akan memakannya, nelayan menarik dan mengambil ikan tersebut. Iya, terdengar sedikit sadis. Mungkin saat ini sudah tidak memakai cara tersebut, namun tetap dikenang dan menjadi warisan budaya di Gifu.  

Ini penutup lubang got yang kutemukan sepanjang perjalanan tour Surprising Japan Okujou by Golden Rama (13-21 July 2015) ^^

Kaga-shi

Takayama Old Town

Nagoya

Nagoya

Nagoya


Fujikawaguchiko

Yokohama

Yokohama

Yokohama

Yokohama

Yokohama

Tokyo

Menarik bukan?

Ayo share penutup got apa saja yang kamu jumpai di Jepang x)


_____

Tambahan, I went to Japan again on April 2017! 
Kakinya sudah dua pasang *ceh ileh* xD


Osaka

Osaka Castle 1


Osaka Castle 2



Oshino Hakkai

Ueno Park, Tokyo
_____

Update November 2018!

Nikko 1

Nikko 2


0 comments:

Review: Nivea Make Up Clear White Oil Control 2in1 Foam and Mud

, , 5 Comments


Hello~ 
Can you hear me? 
Eh kok malah nyanyi xD

Hello
Aku mau merekomendasikan facial foam yang akhir-akhir ini kugunakan, yaitu NIVEA Make Up Clear White Oil Control 2in1 Foam dan NIVEA Make Up Clear White Oil Control 2in1 Mud. Varian nivea ini cocok banget bagi wanita yang suka atau/dan tuntutan pekerjaan memakai make up setiap hari. Produk yang diproduksi di Thailand ini memiliki 2 kekuatan dalam 1 produk (2 in 1) yaitu sebagai pembersih make up dan sabun pembersih wajah



Inilah penampakan dan deksripsi NIVEA Make Up Clear White Oil Control 2in1 Foam dan Mud
(klik gambar untuk perbesar)
NIVEA Make Up Clear White Oil Control 2in1 Foam

NIVEA Make Up Clear White Oil Control 2in1 Mud

NIVEA Make Up Clear White Oil Control 2in1 Foam dan Mud 
"Untuk pengguna make up dengan kulit berminyak, kusam & rusak.
Membersihkan kotoran dan make up serta mengurangi minyak berlebihan di wajah. Menggabungkan 2 kekuatan dari pembersih make up dan sabun pembersih dalam satu produk.

- Make up remover effect: membersihkan make up secara sempurna

Oil control foam: membersihkan minyak berlebih dan kotoran secara menyeluruh sampai ke pori-pori

Aplikasi: Usapkan pada wajah dan leher yang telah dibasahi. Pijat lembut dengan gerakan kecil melingkar ke atas. Hindari area sekitar mata. Bilas dengan air hangat.


10 manfaat:

1. Membantu mengurangi minyak berlebih
2. Bebas kilau
3. Kulit terasa halus
4. Menyamakan warna kulit
5. Kulit tampak lebih cerah
6. Pori-pori tampak lebih kecil
7. Bantu cegah komedo hitam
8. Bantu cegah komedo putih
9. Menyamarkan spot hitam
10. Kulit terasa lembut"
Isi NIVEA Make Up Clear White Oil Control
Setelah Diberi Air dan Digosok

Sebelum dibersihkan (Memakai Make Up)
Sesudah dibersihkan dengan NIVEA Make Up Clear White Oil Control
Waktu diaplikasi ke wajah, wanginya harum dan tidak terlalu berbusa. Setelah kelar, wajah jadi halus, kenyal, keset dan berasa bersih sampai ke dalam pori-pori *usep-usep wajah dengan bahagia*. Aku menggunakan produk ini sekali saat mandi pagi dan dua kali saat mandi sore/malam agar lebih bersih karena wajah memakai make up dan kotor terkena polusi udara. Dua kali maksudnya: aplikasi ke wajah -> bilas air -> aplikasi sekali lagi -> bilas air -> done

Aku sudah menggunakan produk ini selama hampir 3 minggu dan merasa PUAS BANGET. Biasanya jerawat selalu bertengger di wajah bahkan waktu tidak mendekati datang bulan. Udah berulang kali gonta ganti produk (bahkan coba facial foam untuk cowo), masih jerawatan juga. Sekarang udah ga nongol lagi *nangis terharu*. Sekarang juga udah ga takut pake make up yang agak tebel karena ada NIVEA Make Up Clear White Oil Control yang bersihin, makasih NIVEA! ^o^

Oh iya, kalian bisa membeli produk ini di Super Indo Supermarket terdekat dengan harga sekitar Rp 29.490,- (19/3/2016; Super Indo cabang Duri Kosambi). FYI, pengalaman belanja di Super Indo selama ini selalu bikin khilaf sekaligus bahagia, banyak promo dan harga xD



Ada varian White (tanpa Oil Control) juga. Bagi kalian yang kulitnya tipe kering atau membutuhkan scrub, boleh memakai ini. Karena kulitku tipe berminyak, I need the Oil Control one.


Review
Overall: 10/10

I will definitely buy this again!



Tulisan ini diikutsertakan dalam Makeup by You, Cleansed by Nivea Photo Contest yang diadakan oleh Super Indo Supermarket dan Nivea Indonesia #NIVEAPhotoChallenge

5 comments:

Surprising Japan Okujou: Shirakawago - Takayama Old Town (Day 04)


Haaiiii

Apa kabar?

Maafkan daku lama tidak ngeblog. Bulan Desember aku baru aja mengucapkan janji suci alias nikah (cieeeh~) xD
Membiasakan diri dalam kehidupan rumah tangga ternyata memakan waktu. Waktu luang jadi semakin sedikit karena kerjaan rumah tangga. Belum lagi kudu main game online, baca komik, nonton tv series, nonton movie #ehh Muahahaha

***

Hari ke-empat di Jepang bersama Golden Rama Tour.

Semalam kami menginap di hotel yang beronsen dan kamar semi tradisional lagi (pengalaman beronsen dapat dilihat di post ini). Kali ini kami sekeluarga memakai yukata, termasuk Selina, keponakanku yang berumur 1,5 tahun. Selina termasuk anak yang beruntung, sudah ke singapore dan hongkong sewaktu di dalam kandungan, sekarang ke Jepang. Ga heran anaknya suka jokka (bahasa makassar; artinya jalan-jalan). Jika ia melihat orang rumah yang mau pergi, dia mau ikut dan langsung duduk pakai sepatu.
Ibu-ibu di Hotel memakaikan yukata ke Selina dan terus-terusan memanggil 'Serina chan kawaii'

Shirakawago
Tibalah saatnya mengunjungi highlight tour, Shirakawago (白川郷). Kami turun dari arah barat, yaitu di parkiran bus sebelum jembatan dan sungai shokawa. Map Shirakawago dapat dilihat di bawah.
Map Shirakawago (klik pada gambar untuk zoom in)

Briefing Sebelum Berpencar
Naik Tangga ke Jembatan
Sungai Shokawa


Shirakawago terdaftar di UNESCO world heritage site pada tahun 1995 karena terkenal dengan rumah tradisionalnya yang berusia lebih dari 250 tahun. Bentuk rumah di Shirakawago dinamakan gasshō-zukuri (合掌造り) karena bentuk atapnya seperti dua tangan yang dirapatkan dan berdoa (Gasshō artinya 'hands together'). Bentuk atap sengaja dibuat landai, sehingga saat musim dingin salju tidak menumpuk dan tidak membuat atap yang terbuat dari jerami rusak. Daerah ini termasuk daerah yang bersalju tebal ketika musim dingin dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar.

Rumah gasshō-zukuri mengikuti suatu perencanaan yaitu menghadap arah timur dan barat. Menghadap arah tersebut mengikuti hembusan angin dan gerakan matahari untuk menjaga di dalam rumah adem saat musim panas dan hangat saat musim dingin. Jadi kalau pacar kalian lagi marah, coba suruh menghadap ke timur atau barat supaya hatinya jadi adem #plak





Jarak antar rumah di shirakawago tidak terlalu berdekatan supaya ketika terjadi kebakaran, api tidak merembet ke rumah lainnya. Di sekitar rumah pun dipasang alat pemadam kebakaran yang berbentuk rumah kecil (gambar di bawah). Jadi jika terjadi kebakaran, tidak perlu kocar-kacir bawa ember berisi air xD
Alat Pemadam Kebakaran
sumber
Alat Pemadam Kebakaran Sedang Bekerja
sumber
Suasana dan pemandangan di Shirakawago membuat hati menjadi damai dan rileks. Bentuk rumah tradisional yang unik seakan-akan membawa kami ke negeri dongeng, dunia yang berbeda. Tidak heran banyak wisatawan tertarik ke sini dan tersedia tour lokal dari kota Takayama ke Shirakawago. Dari blog yang saya baca, ybs mengambil paket setengah hari J-Hop Tour. Paketnya sudah termasuk tiket bus PP dan guide berbahasa Inggris dengan harga yang lebih murah daripada tiket bus only (tanpa tour).





Small Cute Squirrel (?) Statue
Sok-sokan baca koran xDD
Papa Mama In Action
Petani Henohenomoheji
Saat akan berjalan kembali ke parkiran bus, langit mulai mendung. Ketika hujan, benda yang selalu terlihat di Jepang adalah payung plastik transparan (biniiru-gasa)Walau tidak se-khas payung tradisional Jepang "Bangasa", payung ini cukup diminati orang Indonesia, salah satunya teman kantor saya. Saya sempat bertanya ke Mr. David (tour leader) kenapa di Jepang pada memakai payung transparan. Katanya, mungkin karena murah. Yah emang cukup murah, harganya sekitar ¥400-500 (Rp 44.000 - 55.000) dibanding payung lain sekitar ¥1000-2000 (Rp 110.000-220.000). Dan mungkin payung ini juga untuk sekali dua kali pakai alias mudah rusak dan mudah ditemukan di minimarket mana saja. Jadi ketika tiba-tiba hujan, bisa ngacir ke minimarket dan membeli payung ini.

Saya akhirnya membeli payung transparan di shirakawago setelah mengalami pergulatan batin selama 2 hari "muat ga di koper?" dan setelah dibeli *jreng jreng* GA MUAT! Muahahahaha.. Alhasil di-hand carry saat penerbangan Jepang-Bali dan diribetin disuruh masuk bagasi saat penerbangan Bali-Jakarta.

Me, Payung Transparan and Shirakawago
Oh ya, saya lupa menanyakan ke tour leader mengapa kami tidak singgah di Observatory Point untuk melihat desa shirakawago secara keseluruhan seperti yang sering dilakukan oleh wisatawan lainnyaApa mungkin jalur busnya berbeda karena kami bukan dari arah Takayama atau karena waktu yang terbatas? Padahal spot itu bagus banget untuk melihat pemandangan dan foto :(

Kami makan siang masih di daerah shirakawago. Makan siang kali ini lebih spesial dari sebelumnya karena ada daging Hida (飛騨牛). Daging Hida disebut daging kobe-nya Takayama. Hampir seluruh wisatawan yang ke Takayama mencoba daging ini dan mengatakan worthed. Daging hida disajikan di atas daun dan tungkus api kecil. Dagingnya lembut dan enak. Menurut Mr. David, daging kobe masih lebih enak dari daging hida, namun harganya jauh lebih mahal.

Daging Hida
Semacam Kue Dollar tapi Bergambar Rumah Shirakawago dan Lebih Enak 
Kelar Makan, Foto di Depan Toko Oleh-oleh





Takayama Old Town
Perjalanan dari shirakawago ke Takayama Old Town memakan waktu sekitar 1 jam. Takayama Old Town merupakan wilayah di kota Takayama yang rumah-rumahnya dibiarkan tetap sama seperti zaman edo (1600-1800an), jadi rumah di wilayah ini sudah berusia sekitar 400 tahun. Lama juga yah. Sama seperti di Higashi Chaya Machi (Day-03), rumah-rumah di sini dijadikan toko souvenir, toko sake, cafe, dan sebagainya.

Takayama Old Town terletak di sisi timur sungai Miya yang membentang dari utara ke selatan sedangkan sisi barat sungai ini sudah merupakan bangunan modern. Jembatan merah Nakabashi yang melintasi sungai Miya menjadi icon dari Takayama. Di pagi hari samping jembatan cukup ramai karena ada pasar.
Kota Takayama
Jembatan Merah Nakabashi
Kami dipandu oleh Mr. David ke toko sake kenalan dia dan diberi sample berbagai jenis sake. Mayan icip gratiiss.. Saya ga beli apa-apa pula (dasar cina) xD Setelah itu, kami mulai berpencar dan memasuki toko oleh-oleh satu persatu. Saya membeli gantungan kunci yang hanya bisa dibeli di Takayama, Sarubobo. Kemudian saya menemukan salah satu barang inceran yang ingin dibeli di Jepang yaitu Daruma. Di depan toko oleh-oleh yang paling besar dan berada di perempatan, banyak yang duduk santai sambil makan ice cream green tea. Ok, udah hari ke-4 di Jepang masa belum coba ice cream green tea. Ternyata ice cream-nya super duper enak! Susunya berasa banget, green tea-nya wangi dan cocok dengan susunya! Must try! Awalnya saya pikir semua ice cream green tea di Jepang seenak ini. Setelah icip di kota lain, ternyata di Takayama Old Town ini lah yang paling enak >.<






Malamnya kami nginap di Gifu Miyako Hotel dan makan malam di hotel all you can eat buffet. Hotel kali ini lebih modern dan lebih mewah dari sebelumnya *angguk-angguk*

Today is over, good night!

1 comments: