Travelling to Russia #01 - Everybody Looks Like A Supermodel!

, , , , 6 Comments





Russia

Banyak orang sekitar yang bertanya: 
"Kok milih Russia?"
"Kenapa ke Russia?"
"Lihat apa di Russia?"
"Wisata apa yang menarik di Russia?"


Ya, Russia masih menjadi tujuan anti-mainstream bagi orang Indonesia, wajar muncul pertanyaan seperti ini. Saya pun dari kecil tidak pernah terpikirkan bisa menginjakkan kaki di negara terluas di Dunia ini. Berkat tiket murah nan fantastis dari Thai Airways yaitu 5,5 juta rupiah PP dari Jakarta, kami berkesempatan melihat keindahan serta kemegahan Russia.


Saint Basil, Landmark Russia yang Paling Terkenal

Kami berempat sekeluarga pergi ke Russia pada tanggal 13 – 22 April 2018. Kami pergi ke dua kota yaitu Moscow dan Saint Petersburg. Dari Moscow ke Saint Petersburg dan sebaliknya menggunakan kereta sapsan (cek di sini untuk info lebih lanjut mengenai sapsan). 

Biaya yang dikeluarkan untuk trip Russia ini terbilang murah untuk ukuran Eropa. Total pengeluaran all-in per orang termasuk pesawat, visa, hotel Bangkok satu malam, hostel Russia tujuh malam, visa registration, transportasi, tiket wisata, sim card, asuransi ACA family plan, makan, sarapan dan belanja adalah Rp 14.000.000. Cukup murah kan? Sebenarnya ini bisa lebih murah lagi. Kira-kira berkurang 1-2 juta jika tidak membeli asuransi (karena tidak wajib untuk apply visa), kemudian mengurangi makanan yang dipesan dan belanja oleh-oleh (maklum kita laper mata lihat makanan belum pernah dicoba sebelumnya).


Пельме́ни (pelmeni), Salah Satu Makanan Khas Russia

Pada saat itu sedang peralihan ke musim semi (spring), namun suhunya masih cukup dingin sekitar 4 – 12°C. History dan prediksi suhu setiap kota bisa dicek di AccuWeather. Saat itu salju di kota udah meleleh total. Kami cuma bisa lihat sisa-sisanya di perjalanan dari Moscow ke St. Petersburg dan di sungai Neva di St. Petersburg. Lebih sedihnya setelah kami pulang ke Jakarta, suhu mendadak drop dan turun salju! Hikssss... #BelumPernahRasainSalju T^T

Pengajuan visa Russia menurut saya susah gampang. Susah di pemesanan hotel harus full payment dan harus meminta dokumen bukti booking ke hotel. Gampang karena kedutaan tidak akan menerima pengajuan kita jika dokumen belum lengkap. Lalu jika dokumen sudah lengkap kemungkinan besar visa akan diterima, jadi duit tidak raib percuma. Selain itu, tidak ada proses wawancara dan pengajuan visa dapat diwakilkan oleh orang lain. Mengenai cara mendapatkan visa Russia selengkapnya dapat dibaca di sini.

Itinerary

Tempat wisata yang kami kunjungi cukup simple dan tidak terlalu padat, karena kami ingin menikmati suasana, sejarah dan do some local things. Ini itinerary yang sudah disesuaikan dengan kenyataan saat di sana. Ada wisata yang berubah dari rencana awal. Ada yang dipindah, ditambah atau dihilangkan contohnya kami tidak jadi metro tour Moscow dan ke Central Children's Store di Moscow. Here We Go.


Jumat, 13 April 2018 (Jakarta, Bangkok)

Hari ke-1

Excited sekaligus grogi, itu yang aku rasain menjelang keberangkatan ke Russia. Ini adalah pertama kalinya ke Eropa sekaligus trip terjauh kami.

Kami bertolak dari Jakarta menuju ke Bangkok dengan pesawat Thai Airways TG-434 pukul 12.35. Pada saat check-in, kami sudah meminta dua boarding pass dan bagasi langsung diambil di Moscow. Itu supaya tidak perlu repot-repot ambil bagasi dan check-in lagi di Bangkok, apalagi check-in di Bangkok dikenakan biaya airport tax lagi. 

Kami tiba di bandara Suvarnabhumi pukul 16.00 dan langsung menuju ke imigrasi yang pada saat itu cukup ramai karena di Thailand sedang merayakan tahun baru Songkran. Setelah itu, kami turun ke lantai basement untuk mengambil sim card DTAC Happy Tourist Super 4G 8 day yang telah dipesan sebelumnya lewat klook. Harga sim cardnya adalah Rp 87.000.

Kami kembali naik dan keluar dari gedung kedatangan untuk memesan grab. Saya dapat info, sebaiknya chat ke driver dalam bahasa Inggris bahwa kita tidak tahu bahasa Thai dan chat-nya otomatis ditranslate ke bahasa Thai saat diterima oleh driver. Tak lama grab pun datang. Mobilnya cukup mevvah, sedan mulus dan keren (lupa merknya apa). Perjalanan dari bandara ke Panini Residence (hotel kami nginap) sekitar 10 menit dengan biaya 170 baht. Sepanjang perjalanan kami melihat banyak warga Thailand merayakan hari raya Songkran dengan gembira. Mereka memutar musik ngebeat, berjoget di kolam angin yang berisi air. Ada juga yang naik mobil basah-basahan sambil membawa senjata air. Rasanya pengen ikut nimbrung, tapi sayangnya masih ada perjalanan panjang menanti di Russia xP

Tiba di Panini Residence, kami langsung check-in dan menyimpan tas kabin di kamar. Harga deluxe room tanpa sarapan semalam di sini adalah Rp 263.000 via traveloka. Jangan lupa email ke hotel sebelumnya untuk memastikan pesanan kamar diterima oleh pihak hotel. Setelah bersantai sejenak, kami memesan grab ke Paseo Mall. Harga grab ke Paseo Mall adalah 95 baht. Kali ini kita dijemput mobil Ford Raptor. Wow grab di Thailand keren-keren ya! Di Paseo Mall ada night market, Daiso, supermarket, KFC, McDonalds dan lain-lain. Lumayan bagi yang ingin jalan-jalan namun stay di dekat bandara. Setelah puas berkeliling, kami balik ke hotel dengan grab mobil Pajero yang dikendarai oleh driver wanita.. hahaha


Perayaan Songkran

Night Market #1

Night Market #2


Sabtu, 14 April 2018 (Bangkok, Moscow)

Hari ke-2 

Sekitar pukul 07.30 kami menuju ke bandara dan kali ini grab nya adalah taxi biasa. Harga grab dari hotel menuju bandara adalah 225 baht. Dua hari di Bangkok berasa banget orang lokal pada bisa bahasa Inggris. Kemarin saat di supermarket kami bertanya ke Bapak-bapak paruh baya mengenai tulisan apa yang tercantum di kemasan yogurt, dia dengan ramah mau menjawab pertanyaan kami. Sepertinya mereka sudah biasa kedatangan wisatawan.

Sesampainya di bandara, kami langsung menuju ke cek x-ray. Antriannya sangat panjang dan cukup memakan waktu, sebaliknya di imigrasi waktunya lebih singkat. Di ruang tunggu, saya bertemu dengan mba Ria, mba Inez dan teman-temannya, anggota group Backpacker International yang kebetulan ke Russia di tanggal yang sama juga. Sebelumnya kami sharing via chat FB mengenai visa, hostel, itinerary dan sebagainya (thanks Mba!). 

Sekitar jam 09.50 pengumuman pesawat boarding terdengar. Pesawat Thai Airways TG-974 membawa kami dari Bangkok ke Moscow selama 10 jam. Seperti kata orang-orang, makanan di Thai Airways enak. Varian makanannya juga banyak. Layar tv dan kursi jujur saja lebih bagus rute Jakarta - Bangkok daripada Bangkok - Moscow. Tv nya lebih jadul dan ngeblur. Akhirnya saya lebih banyak membaca mangascan di hp yang sudah didownload sebelumnya.

Salah Satu Makanan Penerbangan Bangkok - Moscow

Kami tiba di Moscow jam 15:55 waktu setempat. Satu jam sebelumnya kami ke toilet untuk memakai heattech supaya di bandara tidak perlu ke toilet lagi. Dari atas pesawat sudah terlihat pemandangan yang tidak biasa. Ga ada ijo-ijo, pohon-pohon pada gundul.. Excited! Berasa di Eropa banget! hahaha. Oh iya, selisih waktu antara Moscow dan Bangkok/Jakarta adalah empat jam, jadi jika di Moscow jam 16.00, di Bangkok/Jakarta jam 20.00. 

Setelah tiba, kami langsung menuju imigrasi. Antrian agak kacau, tiba-tiba penumpang membludak. Untungnya kami tidak terlalu lama menunggu dan proses imigrasi lancar (tidak ditanyai apa-apa). Selesai mengambil bagasi, kami ke ATM untuk menarik uang ruble dan membeli sim card. Detail mengenai ATM dan sim card saya ceritakan di post Tips Jalan-jalan ke Russia.

Tarik Tunai di ATM Bandara 

Keluar dari bandara, omg.. DINGIN! Anginnya kencang. Sampai-sampai telapak tangan kedinginan dan ga bisa mencet layar hp.. lol. Kami memesan Yandex taxi dengan mobil minivan. Yandex taxi adalah perusahaan taxi lokal terbesar di Russia yang dapat dipesan online (applikasi hp) seperti uber. Mobil minivan Yandex taxi ini lah yang muat membawa kami berempat dan empat koper besar serta dua koper kabin.


Domodedovo International Airport (Домодедовская)
Travelling Bersama Orang Tua

Biaya dari bandara ke Vinegret hostel adalah 1.936 rub dengan durasi sekitar satu jam. Saat di mobil, driver menanyakan tujuan kami dengan bahasa Russia. Mas kami ora mudenk mas.. hahaha.. Akhirnya kami menyerahkan kertas bookingan hostel yang di dalamnya tercantum alamat dan map hostel dalam bahasa Russia. Lalu mas driver yang baik itu telepon ke hostel memakai handphone dia dan menanyakan arah ke sana. Saya sesekali buka google map juga untuk mengetahui dimana lokasi kami sekarang dan apakah masih menuju tujuan (maapkan anaknya parnoan).


Pemandangan Selama Perjalanan Menuju Hostel

Matahari Baru Mulai Terbenam Jam 19.00

Setelah satu jam perjalanan tibalah kami di Vinegret hostel di daerah Arbat. Yeay! Seperti yang sudah saya baca, hostel ini terletak di lantai dua jadi kita harus membawa koper naik tangga. Untung ada sang suami yang bantu mengangkat koper.. hihihi. Kami pun check-in dan menyerahkan passport untuk visa registration. Jika berada di Russia lebih dari tujuh hari, kita diwajibkan untuk registrasi visa. Registrasi ini dilakukan tiap kali berpindah kota, jadi akan tercatat kita ke kota mana saja dan berapa hari. Bahkan warga negara Russia sendiri juga jika keluar kota diwajibkan untuk registrasi visa. Registrasi visa dapat dilakukan oleh pihak hotel atau host (jika menginap di apartemen) dan biasanya dikenakan sedikit biaya. Untuk Vinegret hostel tidak dikenakan biaya visa registration alias gratis. Passport beserta visa registration ini harus kita bawa kemana-mana untuk berjaga-jaga jika ditanyakan oleh polisi dan imigrasi nantinya.

Kami memesan satu kamar berisi empat orang (4 beds dormitory) dengan kamar mandi luar selama dua malam. Harganya adalah Rp 610.000 per malam. Hostel tidak menyediakan handuk dan sendal. Kalau mau, bisa beli dengan harga 80 rub untuk sendal, 250 rub untuk handuk kecil dan 350 rub untuk handuk besar. Hostel juga mengenakan biaya jika tamu ingin menitipkan koper. Saya sengaja tidak memesan Vinegret Hostel di hari terakhir di Moscow karena penerbangan ke Bangkok jam 18.25 (harus menitipkan koper).


Barang yang Dijual Vinegret Hostel

Di Vinegret hostel tersedia empat bilik kamar mandi dan empat bilik toilet. Di dalam kamar mandi sudah tersedia sabun, shampoo dan hairdryer. Sepanjang nginap kami tidak kesusahan atau harus antri untuk memakai kamar mandi dan toilet. Vinegret hostel juga menyediakan dapur yang dilengkapi dengan kulkas, microwave dan teko listrik.


Area Dapur Vinegret Hostel

Area Umum Depan Kamar di Vinegret Hostel


Malam ini kami jalan-jalan di sekitar hostel yaitu di daerah Arbat. Kesan pertama lihat orang Russia yang lalu lalang: wow orang Russia keren-keren! Everybody Looks Like A Supermodel! Cewe cowo tinggi, hidung mancung, mata masuk dan warna biru. Pakaiannya pun modis banget! Serasa lagi nonton catwalk x)

Kami ke Starbucks untuk lihat tumbler dan mug pesanan jastip (yang mau beli jastipan, monggo follow IG aing ^^). Lalu dari Starbucks kami jalan sekitar 10 menit ke supermarket Perekrestok (Перекресток) untuk membeli sarapan besok. Kantong plastik di supermarket dikenakan biaya 5 rub perkantong. Biasanya jika pembeli tidak membawa kantong sendiri, kasir akan menanyakan pakai kantong plastik atau tidak. Jika iya, jawab да (da). Sebaliknya jika tidak, jawab Нет (nyet).


Singer di Arbat Street


Ada yang Tau ini Apa? xD

Tadinya kami mau makan malam di theme cafe Krusty Crab Spongebob dekat hostel. Tapi sayang sekali sudah tutup permanen.. hiks. Akhirnya kami makan KFC karena suami sang penggemar KFC penasaran ama KFC di Russia. hahaha.. Yang kami lihat, memesan fast food macam KFC dan McDonalds di Russia bisa lewat kasir dan mesin touchscreen. Setelah memesan, akan diberikan kertas bertuliskan nomor antrian untuk mengambil pesanan. Awalnya kami belum tahu tentang keberadaan mesin ini. Kami langsung ke kasir layaknya KFC di Indonesia dan minta english menu. Kasirnya begitu tahu kami tidak bisa bahasa Russia, dia memanggil temannya untuk melayani kami karena temannya lebih bisa bahasa Inggris.. hahaha. Kami memesan paket yang berisi chicken strips, kentang goreng, twister, coca cola dan cake cokelat lalu tambahan saus keju dan chicken strips. Total habis 323 rub atau sekitar Rp. 74.000, tidak mahal ya?


KFC di Russia

Minggu, 15 April 2018 (Moscow)

Hari ke-3

Jam 05.00 pagi kami sudah bangun, mungkin karena efek jetlag, di Jakarta sudah jam 09.00 pagi. Kami lalu mandi, sarapan dan mengambil passport serta visa register di receptionist. Tujuan pertama hari ini adalah Pasar Izmailovsky (Измайлово рынок). Kami jalan menuju stasiun metro Arbatskaya (Арба́тская) yang berada di line warna biru tua. Map metro Moscow dapat dilihat di link berikut. Aku suka map metro di link tersebut karena nama stasiun sudah dalam bahasa Inggris dan Russian.

Di stasiun kami menuju loket yang bertuliskan касса. Menurut tips yang saya baca, petugas loket tidak bisa bahasa Inggris. Jadi tulis di kertas mau beli berapa tiket dan tunjukkan ke kasir. Kami membeli dua kartu Universal Ticket (Единый билет) / Yediniy masing-masing berisi 20 tiket. Jika beli ketengan, harga per tiketnya adalah 55 rub. Sedangkan jika langsung beli dalam jumlah banyak jatuhnya lebih murah, contohnya kami beli 20 tiket 747 rub berarti kena 37.35 rub per tiket. Banyaknya tiket yang bisa dibeli dan harganya dapat dilihat di gambar di bawah. Jika membeli satu dan dua tiket, masa berlakunya cuma selama lima hari, sedangkan sisanya berlaku selama 90 hari.

Kartu "Universal Ticket"

List Harga Tiket Metro Moscow (lihat 55 rub, dst)

Harga tiket metro di Moscow jauh dekat sama. Jadi keluar stasiun cuma lewatin pintu steel tanpa perlu menempelkan kartu lagi. Berbeda dengan Jepang, harga tiket tergantung jarak jadi ada penyesuaian harga saat keluar. Mengenai metro di Russia selengkapnya bisa dibaca di Tips Jalan-jalan ke Russia.

Untuk ke pasar izmailovsky kami perlu ke stasiun terdekatnya yaitu stasiun Partizanskaya (Партизанская) yang juga berada di line biru tua. Saat menuju stasiun tersebut, kami melewati stasiun Elektrozavodskaya (Электрозаводская) yang terkenal akan lampu-lampunya. Jadi kami turun di stasiun ini untuk berfoto-foto ria, lalu lanjut naik kereta lagi ke stasiun Partizanskaya. Dari stasiun ke pasar izmailovsky jalan kaki sekitar 15 menit (800 meter).


Stasiun Elektrozavodskaya

Stasiun Partizanskaya
Kiri: pintu steel keluar; Kanan: pintu steel masuk

Perjalanan Menuju Pasar Izmaiovsky

Pasar Izmailovsky (Измайлово рынок)



Pasar Izmailovsky merupakan tempat favorit wisatawan berbelanja oleh-oleh. Harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan Arbat dan spot wisata lainnya. Kita juga dapat menawar harga sekitar 30% dari harga awal. Pasar Izmailovsky buka setiap hari pukul 09:00 - 18:00. Di akhir pekan atau weekend lapak yang jualan lebih banyak. Itulah mengapa kami pergi hari ini karena minggu depan hari sabtu kami sudah balik ke Indonesia.


Suasana Pasar Izmailovsky

Barang yang dijual di pasar ini ada berbagai macam. Salah satunya adalah Matryoshka, topi Ushanka, tempelan magnet, gantungan kunci, lukisan, kaos, barang antik dan lain-lain. Saya sendiri belanja matryoshka, tempelan magnet dan gantungan kunci. Kami belanja di lapak milik ibu-ibu yang baik dan ramah. Beliau tidak marah ketika kami coba tawar agak sadis.. hahaha. Harga matryoshka sangat bervariasi tergantung bahan, kualitas cat, kerumitan desain dan banyaknya susunan matryoshka. Contohnya matryoshka dengan bahan kayu, doff dan catnya rapi lebih mahal daripada yang keramik dan glossy. Sedangkan untuk tempelan magnet harganya sekitar 80-100 rub.


Matryoshka


Matryoshka


Ibu-ibu Penjual yang Ramah

Di pasar ini juga ada lapak yang jualan sate (kebab) dengan daging macam-macam seperti ayam, ikan salmon, kambing, sapi dan lembu. Kami makan sate ikan salmon dan lembu di sini. Yang jualan cowo cakep super fun. Dia bisa berbagai bahasa dan attract pengunjung dengan bahasa pengunjung tersebut. Kami dengar sendiri dia bisa bicara bahasa English, Chinese, Japanese dan Thailand ke pengunjung xD






Cakep Ga?

Setelah puas mengelilingi pasar Izmaiovsky, jam 13.30 kami naik kereta menuju ke Luzhniki Stadium dan Sparrow Hills. Stasiun terdekatnya adalah Vorobyovy Gory (Воробьёвы го́ры) dan terletak di line warna merah.

Luzhniki Stadium (Стадион Лужники) dan Sparrow Hills


Ornamen Piala Dunia 2018

Luzhniki stadium merupakan stadium olahraga terbesar di Russia yang memiliki kapasitas sekitar 81.000 kursi. Di stadium inilah beberapa pertandingan piala dunia alias world cup 2018 diadakan, termasuk pertandingan final Perancis vs Kroasia. Saat kami ke sana (April 2018) stadium ini masih dalam tahap persiapan dan kami tidak bisa lebih mendekat karena dipagari.


Luzhniki Stadium

Kami berjalan menyelusuri sungai Moskwa sambil memperhatikan kegiatan orang lokal. Karena hari itu adalah hari minggu, banyak orang lokal berolahraga, jalan-jalan bersama keluarga atau sekedar bersantai di taman. Ada kejadian menarik, kami melihat seorang pria sedang jogging tanpa baju. Ya, tanpa.baju.di.suhu.8°C. Wow! Kuat yah xDD. Kami kemudian naik kereta lagi menuju ke Cathedral of Christ the Savior. Stasiun terdekatnya adalah Kropotkinskaya yang juga berada di line merah.

Kegiatan Warga Lokal di Hari Minggu

Cathedral of Christ the Savior (Храм Христа Спасителя, Khram Khrista Spasitelya)

Cathedral of Christ the Savior merupakan gereja katedral Orthodox tertinggi di dunia dengan tinggi 103 m. Katedral ini merupakan salah satu ikon Russia selain Saint Basil di Red Square. Gereja ini sempat dihancurkan pada zaman Uni Soviet kemudian dibangun lagi pada tahun 1990an.

Gereja ini dibuka pada pukul 08:00 - 18:00 dan khusus hari minggu pukul 09:00 - 18:00. Tidak ada biaya masuk alias free. Namun pengunjung diwajibkan berpakaian sopan dan tidak diperbolehkan foto di dalam gereja karena gereja ini masih berfungsi sebagai tempat ibadah, bukan semata-mata tempat wisata. 

Cathedral of Christ the Savior


Puncak Cathedral of Christ the Savior


Full Team!

Di area sekitar gereja masih bernuansa paskah. Tanggal perayaan paskah Orthodox di Russia berbeda dengan paskah pada umumnya. Hari raya paskah di Russia jatuh pada tanggal 8 April 2018, sedangkan paskah pada umumnya jatuh pada 1 April 2018. Saat itu orang yang mengunjungi gereja cukup ramai, mungkin karena hari minggu atau masih selang satu minggu sejak hari raya paskah.

Suasana Paskah di Depan Gereja


Ornamen Pintu


Ornamen Pintu


Jembatan yang Melintangi Sungai Moskwa


Patung Peter the Great

Sebelum ke gereja ini, kami sudah mencari toilet tapi tidak nemu. Ada satu di dalam stasiun namun bayar dan cuma bisa pakai kartu Troika. Kami tidak punya kartu tersebut. Akhirnya sekitar jam 14.30 kami balik ke hostel sekaligus makan siang di daerah Arbat. Kami pengen coba makanan Russia dan baca di berbagai sumber kalau restoran Russia yang recommended adalah Му му (baca: mu mu). Selain di Arbat, lokasi Му му lainnya dapat dilihat di sini.

Sistem restorannya mirip makan prasmanan di kantin. Pertama-tama ambil nampan dan ngantri. Kita boleh langsung comot makanan tertentu dan taruh di nampan, contohnya salad, dessert dan minuman. Yang lain seperti sup, nasi, mashed potato, buckwheat, sayur, daging-dagingan dan sebagainya kita nunjuk, lalu pegawai restoran akan ambilkan dan timbang. Setelah itu, kita jalan ke kasir. Kasir akan melihat makanan apa saja di nampan kita dan menghitungnya.


Му му di Arbat

Sebelum ke Russia, kami sudah siap-siap bawa abon, dendeng, sambel bawang sasetan dan mie instan. Jaga-jaga kalau kami tidak suka makanan di sana karena kami baca cerita orang yang ke Eropa pada ga cocok makanannya (tidak ada nasi dan serba salad). Ternyata oh ternyata, makanan Russia enak! Rasanya cukup gurih dan tidak tawar. Saladnya enak-enak. Sup mushroom di Му му enak banget! Kental, rasa dan hangatnya dapat banget. Must try! Oh iya, satu lagi dessert di Russia rata-rata tidak terlalu manis. Karena terbiasa yang manis, jadi berasa kurang nendang.


Enak!

Setelah istirahat sejenak di hostel, sekitar jam 18.00 kami jalan ke stasiun metro Arbatskaya (Арба́тская) namun kali ini ke line biru tua supaya bisa direct ke stasiun Revolution Square (Пло́щадь Револю́ции/Ploshchad Revolutsii) tanpa transit. Dari stasiun ini kami tinggal jalan sekitar 400 m menuju Red Square. Stasiun yang dekat dengan Red Square juga adalah stasiun Okhotny Ryad (Охотный ряд) line merah dan Teatral'naya (Театральная) line hijau.

Red Square


St. Basil ❤

Red Square merupakan alun-alun atau plaza yang terkenal dan dianggap sebagai pusat Moscow karena jalan-jalan utama Moscow terhubung dan berasal dari alun-alun ini. Di Red Square inilah terdapat ikon Russia yang mendunia, St Basil. Terdapat pula Lenin Mausoleum, State Historical Museum dan mall GUM. Red Square berbatasan langsung dengan Kremlin yang merupakan tempat kediaman resmi Presiden Russia dan senat (hari kamis nanti akan kami kunjungi). Pada tahun 1990 Red Square dan Kremlin didaftarkan dan dilindungi oleh UNESCO's World Heritage.


Full Team!

Mausoleum Lenin merupakan makam Vladimir Lenin, tokoh penting dalam sejarah Russia dan merupakan salah satu pendiri Uni Soviet. Beliau meninggal pada tanggal 21 Januari 1924. Dalam makam ini, mayat Vladimir Lenin diawetkan dan dipajang untuk umum. Mausoleum Lenin dibuka setiap hari (kecuali hari senin dan jumat) jam 10.00 - 13.00. Saat masuk ke dalam pengunjung harus berbaris rapi dan tenang. Tidak diperbolehkan foto. Banyak petugas bersenjata yang berjaga di dalam. Karena waktu yang tidak memungkinkan dan kabarnya antrian panjang, kami memutuskan untuk tidak masuk ke dalam. 

Depan Musoleum Lenin

Menara Spasskaya, Menara Utama Kremlin




Tolong Abaikan Jerawatnya >.<
Kiri: State Historical Museum; Kanan: Mall GUM


Mall GUM

Matahari Mulai Terbenam Pada Pukul 19.30

Kami masuk ke mall GUM lewat pintu utama dan disambut dengan antrian panjang Ice Cream Gastronom No.1. Ice cream ini memang sudah masuk dalam list makanan yang ingin dicoba. Jadi walau antriannya panjang, tetap hajar. Harga ice creamnya adalah 50 rubel (sekitar Rp 12.000) dan tersedia dalam berbagai rasa seperti vanilla, coklat, cookies and cream, pistachio, melon, creme brulee, blueberry, cranberry dan sebagainya. Ice creamnya lumayan enak dan lembut.


Antrian Ice Cream di Dekat Air Mancur

Lapak Ice Cream-nya


Yeay! We Got it!

Kami naik ke lantai 2 Mall GUM dan ke toilet. Dari lantai 2 kami melihat ke bawah ah ternyata ada lapak ice cream yang sama dan jauh lebih sepi! Letaknya dekat pintu masuk putar sisi tenggara mall GUM dan dekat toko Boss. Next time langsung ke lapak yang ini aja guys daripada ngantri lama.


Stolovaya no 57


Stolovaya no 57

Untuk makan malam, kami coba restoran Rusia Stolovaya no 57 (Столовая) yang terletak di lantai 3. Sistemnya sama seperti Му му. Karena masih kenyang, kami makan sedikit saja sekaligus coba minuman khas Russia, Mors (морс). Mors adalah minuman non-karbonasi yang terbuat dari berries (biasanya dari lingonberry dan cranberry). Rasanya cukup enak dan menyegarkan.

Chicken Kiev dan Sayur-sayuran


Mors, Minuman Khas Russia

Keluar dari Mall GUM, langit sudah gelap dan menciptakan pemandangan yang luar biasa. Red Square tetap terlihat stunning pada malam hari. Kami jalan balik ke stasiun dan balik ke Hostel. Besok pagi-pagi kami akan naik kereta Sapsan ke St. Petersburg.


State Historical Museum

Mall GUM pada Malam Hari


Lampu-lampu di Nikolskaya Street
Map:

Jika ada pertanyaan atau pengalaman serupa, share di komen di bawah ya!

Inesu

My name is Ines and welcome to my blog Mochinesu. I am a traveller and blogger currently living in Darwin, Australia. I write my experiences and travel stories inside this blog.

6 comments:

  1. Btw, ada Yandex sama Uber ya? Sebenernya kalau mau pake Uber aja aman kan? Karena Yandex kaya kurang international, takut scaming CC gitu. bener gak? yg lucu juga ada registrasi passport di tiap hotel yah? Ada yg bayar ada yg free, agak repot juga ya,...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Vik.
      So far pake Uber aman. Yandex kami kemarin tidak daftarin CC, jadi bayarnya cash. Sebenarnya kalau mobil biasa lebih murah uber, tapi karena di uber tidak ada pilihan mobil gede yang muat kami ber4 beserta 4 koper gede, kami memakai yandex yang ada pilihan mobil minivan. Jadi kalau kami pergi tanpa koper pake uber, ada koper pakai yandex minivan.
      Iya ada registrasi visa, bahkan orang Russianya sendiri jika keluar kota harus melakukan registrasi visa.. hehe

      Delete
  2. Ines, Boleh tau metro tournya kenapa dihilangkan? Simple karena gak keburu aja ya? Soalnya kalau searching2 Metro tour di setiap stasiun itu termasuk yg most wanted.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu sudah cape dan kami sudah metro tour di St. Petersberg. Kebetulan juga beberapa stasiun metro yang must see di Moscow juga sempat kami kunjungi.

      Delete
  3. Hi Ines, aku add di IG, kalau gak keberatan boleh follback/ berbagi informasi seputar Russia, yg unique ini. Thank you! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. okey, sudah saya follow balik. Thank you juga! ^^

      Delete