Review: Revlon Colorburst Balm Stain - Lovesick Passionnee (020)

, , , 0 Comments




Hi! it's Beauty Product Review again~

Kali ini aku mereview Revlon Colorburst Balm Stain warna Lovesick Passionnee (020). Awalnya aku tidak berencana membeli produk ini. Aku ama misua lagi di Parkson Lippo Mall Puri, lalu kami melihat satu kotak yang tertuliskan discount up to 50% di tenant Revlon. Insting ibu-ibuku langsung bangkit. Wah jarang-jarang Revlon diskon sampe 50%. Eh tapi.. Jangan-jangan produk ga laku atau mau expired? Ternyata tidak sodara-sodara. Produk yang lumayan laku dan masa expired masih lama, seperti foundation colorstay aqua mineral makeup, eyeliner colorstay, kuteks, dan salah satunya adalah Revlon Colorburst Balm Stain ini. Harganya Rp 50.000 setelah didiskon. Wow! Tak kan kubiarkan lipbalm malang ini terdampar di kotak yang selanjutnya kuberi nama kotak khilaf xD





Net 0.095 Oz./2.7 g

Komposisi/ingredients: Limonene, Sorbic Acid, [+/- Mica, Titanium Dioxide (Cl 77891), Iron Oxides (Cl77491, 77492, 77499), Red 7 Lake (Cl 15850), Red 27 (Cl 45410, Blue 1 Lake (Cl 42090), Yellow 5 Lake (Cl 19140), Red 6 (Cl 15850), Orange 5 (Cl 45370), Red 21 (Cl 45380), Red 33 (Cl 17200), Red 28 Lake (Cl 45410), Manganese Violet (Cl 77742)], 22633.

Kenampakan kemasan Revlon Colorburst Balm Stain cukup menarik. Warna kemasan sesuai dengan warna isinya. Pilihan warnanya pun banyak. Balm Stain ini cukup ringan sehingga cocok untuk dibawa travel. Bagian bawah yang berwarna silver bisa diputar supaya isinya keluar lebih banyak.
sumber 

Diameter isi Balm Stain ini cukup besar, jadi agak menyulitkan dipakai ke bibir, apalagi yang berbibir tipis. Kebetulan bibirku cukup tebal jadi yaahh.. oke lah.. Cuma harus hati-hati waktu rapiin di bagian pinggir bibir aja. Kalau soal wangi, wangi balm stain ini mint banget. Sejujurnya daku tidak terlalu suka mint (kecuali permen) tapi masih acceptable. 



Setelah dipakai, entah sugesti mint atau memang seperti itu, di bibir berasa sejuk-sejuk adem.. haha. Di bibir terlihat glossy dan tidak berasa sticky. Feel di bibir cukup enak. Warnanya aku cukup suka. Pink banget. Warnanya pun 'keluar' dan berhasil menutupi bibirku yang agak gelap padahal aku tidak memakai concealer. Untuk ketahanan, revlon Balm Stain ini kurang tahan. Sesudah makan, dibandingkan dengan lip matte yang biasanya aku pake, dia lebih hilang/pudar di bibir. 


Bare Lips

With Revlon Colorburst Balm Stain



Revlon lip balm ini oke lah buat dibawa pergi ngemall setelah dari tempat kerja, karena ringan dan tidak perlu membawa concealer. Tapi selebihnya, I still prefer my matte lip.

Review
Overall: 7/10

Repurchase? no

0 comments:

Test HSG (Hysterosalpingography) - It's Hurt! :(

, , 2 Comments

Hello!

How are you

Kali ini saya akan menceritakan mengenai salah satu test yang bisa jadi dilakukan oleh para mom-to-beTest itu bernama HSG (Hysterosalpingography)

Sebelumnya, mau curcol sedikit. Pernikahan kami sekarang berusia hampir 2 tahun. Awalnya saya merasa santai dengan kehamilan. Pikir saya ntar juga tiba waktunya. Kami pun mengkonsumsi asam folat seperti yang disarankan. Tapi setiap bertemu kerabat hampir selalu ditanya "udah isi?" atau "ngidam niii.. udah isi yaa" atau "si itu tuh hebat, top cer" atau "jangan ditunda, ntar bla bla bla" (ini paling ngeselin, ini ga nunda keles). Saya sempat bete dan stress. Kenapa pemikiran orang-orang abis nikah harus langsung punya anak dan kalau langsung punya anak itu hebat atau superior? Please stop making that paradigm. 

Tapi setelah dipikir-pikir, kenapa harus stress sendiri ama perkataan orang lain? Suami dan mertua saja tidak pernah menuntut. Mereka woles-woles saja. Akhirnya saya berusaha mengubah pola pikir dan menganggap "masih dikasi pergi jalan-jalan" dan mungkin emang benar. We'll travel to an amazing place on April 2018! *exciting* So, buat mom-to-be jangan terlalu diambil pusing ya perkataan orang! Dan buat yang suka kepo sudah hamil atau belum, stop it. Mind your own business please!

Nah sewaktu bete itu, saya jadi penasaran apakah ada yang salah dengan kita berdua dari segi jasmani. Setelah bertanya dengan teman kantor, kami memutuskan untuk pergi ke dokter kandungan Dr. Djoko Kirana, SpOG di gading serpong Tangerang. Kami pergi ke tempat praktek dr. Djoko di ruko dekat Ace Hardware (bulan Juli 2017). Hasilnya, siklus menstruasi normal. kondisi rahim dan ovarium normal. Dokter mengatakan harusnya sudah bisa hamil dengan kondisi ini. Dokter memberikan resep obat bernama Spironolactone 50 mg, Glucophage 850 mg dan Pioglitazone 30 mg (1/4 tab). Obat-obat itu dikonsumsi setiap hari sekali selama 3 bulan. Satu kata selama mengkonsumi obat ini: MUAL -.- Tapi yah saya tahan-tahanin aja demi memperoleh momongan. Dokter pun memberikan surat pengantar tes HSG (Hysterosalpingography) dan tes sperma. Jika setelah 3 bulan belum hamil, tes HSG dan sperma baru dilakukan. Dan bisa ditebak dari judul di atas, saya belum hamil.. muehhehe

Buat yang belum tahu, HSG (Hysterosalpingography) adalah tes yang menggunakan x-ray/rontgen untuk melihat apakah ada sumbatan dan letak saluran telur atau tuba fallopi/fallopian tubes. Melalui tes ini juga dapat dideteksi kelainan ukuran atau bentuk rahim. Tes ini dilakukan oleh dokter radiologi (bukan dokter SpOG). Prinsipnya cairan kontras yang mengandung iodin dimasukkan memakai kateter ke dalam rahim melalui vagina. Cairan kontras ini akan memenuhi rahim dan saluran telur, kemudian dokter akan mengambil beberapa foto rontgen. Hasil tes HSG berupa saluran telur tidak tersumbat (Tuba Paten) dan saluran telur tersumbat (Tuba Non Paten).
  
sumber
Tes HSG dan sperma bisa dilakukan di rumah sakit atau laboratorium dengan harga yang bervariasi. Karena paling dekat dengan rumah, kami pergi ke Biomedika cabang Taman Semanan (021 29030620) untuk tes sperma. Di Biomedika Taman Semanan belum tersedia alat untuk tes HSG. Test sperma harus dilakukan sebelum jam 10.00 pagi dengan biaya Rp 300.000 (September 2017). Hasilnya bisa diambil dua hari kemudian. Sperma harus dikeluarkan atau berhubungan suami istri 2 - 7 hari sebelumnya. Biomedika menyiapkan ruangan khusus (sebenarnya ruangan pap smear) dan wadah kaca yang ditutup dengan aluminium foil untuk menampung sperma. Sperma yang dikeluarkan harus dari awal sampai akhir tertampung di wadah tersebut. Istri boleh masuk ke ruangan untuk membantu 'proses' tapi tidak boleh berhubungan suami istri. Waktu itu suami tidak mau dibantu, katanya malu.. hihi xD Dua hari cukup deg-degan nunggu hasilnya. Untungnya hasil tes sperma suami normal, normozoospermia ^^



Setelah tes sperma kelar, weekend-nya kami tes HSG. Tes HSG dilakukan H+9 sampai 12 hari dari hari pertama mens. Selama jangka waktu tersebut, tidak boleh melakukan hubungan suami istri karena ditakutkan hamil saat melakukan tes. Kebetulan weekend itu pas hari ke-10 saya sejak mens. Jadi cus aja daripada nunggu bulan depan ga pas weekendRumah sakit mewajibkan kita memberikan surat pengantar dari dokter SpOG. Jangan lupa bawa celana dalam dan pembalut karena setelahnya masih ada cairan yang keluar dari vagina. Ini adalah info harga yang saya dapatkan dari menelpon beberapa rumah sakit di daerah Jakarta Barat (September 2017):

RS Puri Indah
Jam 09.00 - 19.00
(021) 25695200 ext 1152
Harga: Rp 1.500.000
Hasil dapat diambil 1-3 jam setelahnya

Grand Family
(021) 29673737 ext 699
Harga: Rp 940.000 (belum termasuk jika dokter merasa kurang cukup dan cairan kedua ditembakkan lagi)
Hasil dapat diambil 15 menit setelahnya

Grha Kedoya
(021) 29910999 ext 1200
Harga: Rp 1.202.000
Hasil dapat diambil 1-2 jam setelahnya

Pilihan kami jatuh pada Grha Kedoya dengan Dr. Sikma Armanata Susilo, Sp.Rad. Sebelum melakukan tes HSG, kami menebus obat penghilang sakit di apotik Grha Kedoya terlebih dahulu. Nama obat tersebut adalah Profenid dan seharga Rp 18.421. Obat ini dimasukkan ke anus sekitar 10 menit sebelum tes HSG. Tenang saja, dibantu oleh susternya kok. Kalau ga dibantu, jujur bingung gimana masukinnya.. hahaha. Sebelumnya juga saya diminta untuk melepaskan celana panjang dan celana dalam di toilet dalam ruangan radiologi dan memakai baju seperti kimono tapi berbahan katun dan berwarna biru polos. 

Sementara menunggu obat penghilang sakit, saya tiduran dan diperbolehkan main HP supaya rileks. Tak lama dokter pun datang dan dua suster/asisten mulai bekerja. Kaki saya diminta dinaikkan ke penyangga kaki seperti saat pap smear. Selama di bawah sana 'dikerjakan' saya tidak mau lihat karena takut. Cuma melihat ke tembok samping dan berusaha memikirkan hal lain. Walaupun begitu, tetap berasa saat di bawah sana dibuka dan kateter dimasukkan. Saat cairan kontras dimasukkan, ampun luar biasa keramnya.. keraaaammm banget.. Berasa di perut bawah sampai ke pinggul. Kalau di manga jepang, sudah ada tulisan %!*&'+@?{\&!.. hahaha. Rasanya pengen cepet-cepet cairan itu keluar dan kelar. Ada yang bilang berasa mules kek mau pup tapi saya ga berasa itu. Mungkin ada tapi tertutup oleh keramnya yang dahsyat. Setelah selesai di bawah sana, dokter ke layar di samping ranjang dan memberikan aba-aba ke suster/asisten untuk foto.

Setelah tes HSG kelar, saya memakai kembali celana dalam plus pembalut. Dokter memberikan resep obat antibiotik anti infeksi, Amoxicillin yang diminum 3x sehari. Harganya adalah Rp 15.400. Setelah menunggu sekitar 1 - 1.5 jam, hasil HSG jadi juga. Tertulis pada kertas: 
Uterus : ukuran normal
Kesan : 
- Tuba kanan Patent
- Tuba kiri non Patent

Tuba kiri saya tersumbat. Cukup kecewa tapi juga bersyukur bukan dua-duanya yang tersumbat. Berapa hari sebelum tes udah parno. Jangan-jangan selama ini tidak hamil karena masalahnya di aku? Jangan-jangan kedua saluran telurku tersumbat? Ternyata cuma satu dan masih ada harapan walaupun setengah. Positifnya juga, beberapa artikel bilang setelah tes HSG peluang hamil menjadi lebih besar karena saluran yang tersumbat ringan bisa jadi plong. Yah semoga saja. Amin.
 
Hasil HSG


Hasil HSG

2 comments:

Tips & Itinerary Japan - 2nd Trip (18 - 30 April 2017)



HALO PEMIRSAA!
Jumpa lagi dengan saya Ines di Mochinesu! *ala pembaca acara*

Kali ini saya akan membagikan tips dan itinerary 2nd saya ke Jepang.
Ya saya tahu. Post 1st ke Jepang belum kelar, udah ke Jepang lagi >.<
Tapi kali ini beda. Yang lalu ikut tour itu not much information I can tell, secara semua sudah disediakan oleh pihak tour agent.
Nah kali ini saya pergi tanpa ikut tour. So many things I can tell you guys!
.
.
Saya pergi ke Jepang bersama keluarga total 6 orang pada tanggal 18 – 30 April 2017. Highlight dari trip kami adalah bunga, Anime, culinary dan Japan culturePada saat itu lagi musim semi (spring), suhu sekitar 10 – 23°C. Suhu tersebut lumayan dingin buat saya yang biasanya tidur dengan AC suhu 26°C lol. "Gear" yang saya persiapkan adalah Heattech dari Uniqlo dan jaket. Kalian bisa cek history & prediksi suhu sesuai dengan tanggal keberangkatan kalian di AccuWeather.
Bunga Sakura di Sanjusangendo Temple
Kami naik pesawat Cathay Pacific dengan harga PP Rp 4.900.000/orang.
Visa Jepang via Dwidaya Rp 435.000/orang.
Wifi Pocket Sewa di HIS mall Taman Anggrek Rp 1.187.000 /11 hari (sudah dengan tax & di luar deposit Rp 1.000.000).

Total pengeluaran pesawat, visa, wifi pocket, transport, penginapan, entry fee, tour 1 hari (tidak termasuk makan, ngemil dan belanja) = sekitar Rp 14.000.000/orang.

Pesawat
Kami tiba di Jepang tepatnya di Osaka dan kembali ke Indonesia dari bandara Haneda Tokyo. Rute multicity ini lebih menghemat waktu karena tidak perlu kembali ke bandara tempat kedatangan. Kami tiba di Osaka pada jam 06.30 pagi. Kami mencari penerbangan yang tiba pagi karena:
- Hemat waktu -> masih ada waktu seharian full untuk explore Jepun
- Hemat biaya penginapan -> overnight di pesawat
- Sesuai dengan jam operasional loket di bandara, contoh: loket untuk tukar JR pass, wifi pocket, beli sim card, dan lainnya
Untuk kembali ke Jakarta kami memilih dari bandara Haneda dibandingkan bandara Narita. Bandara Haneda lebih dekat dari kota Tokyo daripada bandara Narita, which is means biaya transportasi lebih murah. Kata orang bisa selisih Rp 500.000.

Itinerary
Itinerary, detail biaya, stasiun dan exit terdekat serta jalan berapa menit dan meter dari stasiun ke tempat wisata bisa didownload di sini. Semua detail perjalanan tersebut aku cari melalui Google Map dan Hyperdia.

Day 01: Jakarta – Hongkong – Osaka
Day 02: Osaka -> Hot Spring Naniwa no Yu, Shinsaibashi, Dotonburi
Day 03: Osaka -> Expo 70 Commemorative Park, Kureoru, Osaka Castle, Tempozan Ferris Wheel
Day 04: Kyoto -> Kinkakuji Temple, Fushimi Inari
Day 05: Kyoto -> Sanjusangendo Temple, Kiyomizu-dera, Gion, Yasaka Shrine
Day 06: Kyoto -> Kimono Rental Wargo, Heian Temple
Day 07: Tokyo -> Asakusa, Akihabara, Ueno
Day 08: Tokyo -> Hitachi Sea Side Park, Ashikaga Flower Park, Shinjuku
Day 09: Tokyo -> Grinpa, Fuji Shibazakura Festival
Day 10: Tokyo -> Nezu Shrine, Harajuku, Shibuya
Day 11: Tokyo -> Ikebukuro, Nakano Broadway, Tokyo Tower
Day 12: Tokyo – Hongkong – Jakarta

Tidak semua berjalan seperti itinerary yang kami siapkan. Kami batal pergi ke beberapa spot seperti Kinkakuji Temple, Nezu Shrine dan Ikebukuro karena lebih prefer pergi tempat lain. Kami juga batal ke Grinpa karena bunga tulip di Grinpa belum mekar (musim semi cukup telat tahun ini). Sebagai penggantinya, kami beralih ke Ueno Park, Ueno Zoo, Ginza dan Oshino Hakkai. 

Monyet Jepang (Japanese macaque) di Ueno Zoo
Mt. Fuji dilihat dari Oshino Hakkai














Peach Ice Cream di Oshino Hakkai

We love Anime things. That’s why we go to Akihabara (sampe dua kali.. lol), Nakano Broadway, One Piece Tokyo Tower and Expo 70 Commemorative Park (manga 20th Century Boys). Jika kalian menyukai hal serupa, spot lain yang bisa jadi pertimbangan untuk dikunjungi adalah Ghibli Museum, Fujiko F Fujio Museum/Doraemon Museum, Universal Studio Japan (ada patung titan Shingeki no Kyojin) dan Thousand Sunny dari One Piece di Huis Ten Bosch, Nagasaki.

Expo 70 Commemorative Park

Pencarian Poneglyph Menggunakan Den Den Mushi di Tokyo Tower

Salah satu ketakutan orang ketika pergi ke Jepang adalah tersesat dan kendala bahasa. Kalian tidak perlu khawatir. Informasi di papan petunjuk dan pengumuman di dalam kereta sudah berbahasa inggris. Jika tersesat di sana, salah keluar exit stasiun, dilema naik bus nomor berapa di Kyoto, Google Map lah jawabannya! Tinggal masukkan dari mana dan ingin kemana, nanti akan keluar pilihan transportasi, petunjuk arah, jarak dan lama tempuh. Pastikan juga kalian punya google translate di HP. Salah satu pengalaman saya saat makan di salah satu chain rumah makan curry, Coco Ichibanya di Kyoto pelayan tidak memberikan garpu. Saya memasukkan kata "fork" di googe translate, memilih di-translate ke bahasa Jepang dan menunjukkannya pada pelayan. Mereka mengerti dan tidak keberatan kita memakai cara ini ^_^

Foto Bareng ama Anak Sekolah Jepang (yang mungkin lagi Study Tour)

Flower
Bunga Sakura di Oshino Hakkai
Salah satu pesona Jepang di musim semi adalah bunga sakura. Namun, kami tidak memilih tanggal keberangkatan secara khusus untuk melihatnyaLuckily, kami berkesempatan untuk melihat bunga sakura di Oshino Hakkai, padahal saat itu sudah tanggal 26 April 2017 x). Di Oshino Hakkai bunga sakura cenderung lebih telat dari kota Osaka, Kyoto dan Tokyo. Apalagi musim semi tahun 2017 cenderung lebih telat dari biasanya. 

However in Japan Sakura isn't the only flower. There're another beautiful flowers. Check it out!

1. Bunga Nemophilla, di Hitachi Sea Side Park 
Period: 22 April - 14 Mei 2017. Cek status bunga per hari di sini.







2. Bunga Wisteria, di Ashikaga Flower Park 
Period: 15 April - 21 Mei 2017. Cek status bunga per hari di sini.
Note: kami pergi tanggal 25 April 2017 masih early atau belum full bloom.






3. Bunga Shibazakura Moss Phlox, di Shibazakura Fuji Festival 
Period: 15 April - 28 Mei 2017. Cek status bunga per hari di sini.
Note: kami pergi tanggal 26 April 2017 masih early atau belum full bloom.







4. Bunkyo Azalea Festival, di Nezu Shrine Tokyo 
Period: 8 April - 5 Mei 2017 -> tidak jadi pergi

Period yang tercantum di atas adalah tanggal festival dibuka dan pengunjung bisa datang melihat bunga. Sedangkan waktu full bloom alias mekar-mekarnya masih belum pasti. Banyak hal yang mempengaruhi kapan bunga full bloom, bisa dari suhu, angin, matahari, dll. Jangka waktu full bloom-nya pun bervariasi, ada yang hanya 1 minggu, ada yang sampai 2 minggu. Setelah itu bunga akan layu atau rontok. Sewaktu kami pergi nemophilla lagi full bloom, sedangkan wisteria dan shibazakura belum full bloom.. hiks.. Kalian bisa mengecek status bunga dari hari ke hari setiap tahun dari link di atas (untuk web berbahasa Jepang gunakan google translate).

Lokasi no 1-3 tidak terletak di Tokyo. Letaknya cukup jauh yaitu sekitar 2-4 jam dari Tokyo. Biaya shinkansen ke tempat tersebut sangat mahal dan kami tidak membeli JR pass. Oleh karena itu, kami berpikir untuk mengambil one day trip yang berangkat dari Tokyo dan pilihan kami jatuh pada Yokoso Tour. Setelah dihitung, harganya hampir sama dengan berangkat sendiri tapi tidak ribet, tinggal duduk manis di bus, dapat makan all-you-can-eat pula.. muahaha.. Kekurangannya, durasi di tempat wisata terbatas (tapi yah emang seperti itu lah tour). Ini link one day trip yang kami ikuti http://www.yokoso-japan.jp/en/0554c.html dan http://www.yokoso-japan.jp/en/0553j.html. Jangan lupa cek status tour, apakah pendaftaran sudah dibuka atau pendaftaran udah penuh. Reservasi bisa dilakukan lewat web yokoso tersebut dan pembayaran memakai kartu kredit.

Transportasi 
Biaya transportasi di Jepang terbilang cukup mahal. One way (masih di kota yang sama) bisa seharga 170 - 300 yen atau sekitar Rp 20.000 - 40.000. Supaya lebih hemat, gunakanlah pass transportasi. Sebelum memutuskan membeli pass, kalian harus menghitung berapa biaya total perjalanan satu hari (bisa dicek di Hyperdia). Jika harga pass lebih murah dari total harganya, baru gunakan pass. Contoh: dalam sehari stasiun A ke stasiun B biaya 240 yen, stasiun B ke stasiun C biaya 240 yen, stasiun C ke stasiun D biaya 240 yen. Totalnya adalah 240 + 240 + 240 = 720 yen. Harga pass 1 hari adalah 600 yen. Kesimpulan: beli pass.

Saat membahas pass transportasi, salah satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan: perlu beli JR PassUntuk itinerary kami, JR pass tidak efektif karena
- Cuma pergi 3 kota (Osaka, Kyoto, Tokyo) dan sudah membeli tiket pesawat multicity, jadi dari Tokyo tidak perlu balik lagi ke Osaka.
- Jalan-jalan dalam kota memakai Subway bukan JR (kecuali di Kyoto memakai Bus) karena kebanyakan spot wisata bisa dijangkau dengan subway. Jumlah stasiun subway lebih banyak dari JR, jadi bisa menjangkau berbagai wilayah.

Pass yang kami gunakan selama di Jepang:
1. Osaka Amazing Pass - 2 days (3.300 yen) 
Mencakup kereta subway dan beberapa tempat wisata gratis di Osaka. Pass ini kami beli saat tiba di bandara Osaka. Supaya tidak rugi, kami masuk secara gratis ke onsen di Naniwa no Yu, naik kapal Tombori River Cruise di Shinsaibashi, masuk Osaka Castle dan naik bianglala di Tempozan Ferris Wheel. Cara penggunaan, cukup tunjukkan pada petugas saat pembelian tiket di pintu masuk. Biasanya petugas akan menulis nomor Osaka Amazing Pass kita di buku mereka atau men-scan barcode atau langsung dipersilahkan kita masuk. Sedangkan saat ingin naik kereta subway, cari gate yang bukan khusus tap IC card (kartu isi ulang). Masukkan pass ini ke slot mesin, gate akan terbuka. Setelah kita melewati gate, kartu pass kita akan keluar di ujung mesin.

2. Kyoto Bus 1 day (500 yen)
Mencakup bus di Kyoto. Kebetulan penginapan kami, Piece Hostel Kyoto menjual pass ini. Bisa juga beli di pintu utara stasiun Kyoto. Tanggal penggunaan pada kartu akan tercetak saat pertama kali naik bus dan kartu dimasukkan ke dalam mesin di samping supir. Setelah tercetak, seharian tersebut tinggal menunjukkan kartu dan tanggalnya ke supir (tidak perlu dimasukkan ke dalam mesin lagi).

3. Tokyo Metro Subway Pass 24 hours (600 yen) 
Mencakup kereta subway dengan metro line di Tokyo selama 24 jam. Kami beli di mesin tiket di stasiun subway metro. Untuk mencari mesin yang berbahasa inggris, lihat tulisan "English" di pojok kanan layar. Pass berlaku 24 jam, jadi kalau beli hari ini jam 09.00 pagi, expired-nya adalah jam 09.00 pagi keesokan harinya. Di pass nya bakal tercantum jam dan tanggal expired. Kami beli pass ini karena setelah ngelist spot-spot yang ingin dikunjungi, ternyata semua bisa dijangkau dengan subway metro.
JR Inari Station di Kyoto

Penginapan
Berikut ini lokasi penginapan yang menurut saya cukup strategis dan sesuai dengan itinerary. Kalian tidak harus terpaku dengan daerah ini. Daerah lain pun strategis jika sesuai dengan itinerary dan selera (daerah sepi atau daerah rame).

1. Osaka
Namba certainlyWhy?
- Jalur kereta Nankai Airport Express dari bandara osaka KIX menuju ke stasiun Namba Nankai Railway langsung alias tanpa transit (males bawa koper naik turun tangga cyn xD)
- Dekat dengan Dotonburi dan Shinsaibashi which is surga wisata kuliner dan shopping
Minusnya daerah ini, stasiun Namba Subway gedeeee banget. Pintu Exit stasiun banyak dan membingungkan. Tiap kali turun di stasiun ini selalu kehilangan arah menuju exit yang paling dekat dengan lokasi airbnb walau kami sudah hafal harus exit di 7C misalnya.

Selama di Osaka kami nginap di airbnb ini selama dua malam. Lokasinya oke banget, apartemen bersih dan hostnya baik. Di airbnb ini juga ada mesin cuci dan tempat jemuran, lumayan bisa nyuci pakaian terutama celana dalam dan kaos kaki xD. Kekurangan airbnb ini tempatnya sempit dan agak berisik karena suara kereta. Tapi karena sudah kecapean banget, tidur jadi pules-pules juga. Ini review saya di airbnb: 
"We (6 people) were very satisfied with the location, amenities, furniture and kitchen. Jack is so kind and friendly. He allowed us to drop off luggage earlier at 10 AM. Thanks Jack! :DD We hope the space is bigger, because we can only open 2 big luggage at the same time ^^"

Mau dapat potongan harga $26 bagi pengguna pertama airbnb? silahkan ke link ini www.airbnb.com/c/inesd381

2. Kyoto
Untuk Kyoto, kami memilih penginapan di sekitar stasiun Kyoto karena:
- Dari Osaka naik Shinkansen turun di stasiun Kyoto (sekali lagi karena males bawa koper naik turun bus cyn xD)
Pick up point Willer Bus menuju ke Tokyo berada di dekat stasiun Kyoto, jadi kami sama sekali tidak perlu bawa koper naik bus xP
Di sekitar stasiun Kyoto pun banyak tempat makan dan mall dengan tenant terkenal seperti Daiso, Donki, GU, Uniqlo-nya

Untuk penginapan, kami mencoba hostel yang menyediakan kamar private (bukan shared room) supaya bisa berduaan suami istri di kamar private.. hihihi.. Sapatahu ntar anak made in Japan (tapi ternyata tidak berhasil T^T). Seperti yang sudah saya singgung di atas, nama hostel adalah Piece Hostel KyotoHostel ini bener-bener asik, traveller friendly dan worth for money! Receptionistnya ramah dan bahasa inggrisnya oke. Saat tiba, receptionistnya menjelaskan tentang ketentuan sarapan, ruang makan, lokasi toilet, kamar mandi dan fasilitas lainnya. Di setiap lantai disediakan sendal jepit, handuk dan batal tambahan yang bisa dipakai secara gratis. 

Kalian bisa booking lewat website-nya langsung (seingatku lebih murah daripada lewat agent agoda, booking, dll). Biasanya reservasi dibuka 5-6 bulan sebelumnya. Setelah reservasi, sebaiknya email ke hostel untuk memastikan kartu kredit yang didaftarkan sudah valid (pengalaman pribadi daku, harus ganti kartu kredit karena tidak valid). Kartu kredit tersebut hanya untuk charge jika kita cancel mendekati hari H. Pembayaran kamar akan dilakukan saat tiba di hostel dan tentu saja dengan uang JPY (berbeda dengan airbnb yang pembayarannya memakai kartu kredit dengan mata uang USD).

3. Tokyo
I love Asakusa area!
- Suasana dan atmosfernya berasa untuk wisatawan. Toko apa aja ada di area ini. Minimarket, Onsen, Mall Rox, Donki, Ippudo Ichi, Ichiran Ramen, KFC, Yoshinoya, Burger King, dll.
- Stasiun Asakusa berada di Ginza Line (warna kuning). Di line ini banyak spot wisata yang akan kami kunjungi seperti Akihabara (stasiun Suehirocho), Ueno, Shibuya, Harajuku dan Ginza.
- Dari Asakusa ke bandara Haneda bisa naik kereta langsung alias tidak perlu transit. Cukup ke stasiun Asakusa Toei naik jurusan Toei Asakusa Line Airport Ltd. Exp. Di stasiun Asakusa Toei juga ada lift, jadi kalian tidak perlu repot membawa koper atau stroller lewat tangga.

Di Tokyo kami kembali memakai Airbnb. Kami menginap di airbnb ini selama lima malam. Lokasinya sangat dekat dengan stasiun Tawaramachi yang terletak di Ginza line (sebelum stasiun Asakusa). Di sampingnya ada minimarket seven eleven. Untuk perabotan dan interior, airbnb ini lebih terlihat tua daripada di Osaka dan kamar mandinya lebih kecil. Tapi secara luas ruangan jauh lebih besar dari yang di Osaka (yeaay!). Hostnya baik banget, walaupun di malam sebelumnya ada tamu yang menginap, kami tetap diperbolehkan menitip koper. Hemat uang loker sekitar 600 yen deh.. hihihi. Hostnya juga dengan senang hati menjawab pertanyaan kami tentang onsen dekat airbnb.

Pada umumnya onsen tidak menerima tamu bertato karena identik dengan yakuza. Namun jika kalian bertato dan ingin mencoba onsen, di daerah Asakusa ada onsen yang mengizinkan tamu bertato. Namanya adalah Jakotsuyu(蛇骨湯)Kami bertemu beberapa bule yang memiliki tato. Bahkan kata suami ada bule yang tato nya dari pergelangan kaki sampai leher. Katanya serem seperti yakuza di film-film.. hahaha. Lokasi Jakotsuyu bisa dicari di google map dengan koordinat 35.712058, 139.792584. Waktu beroperasi onsen ini adalah 13:00 - 00:00 dan tutup pada hari selasa. Cukup dengan 450 yen kalian sudah bisa menikmati nikmatnya onsen. Cape karena jalan seharian langsung hilang (sumpah aing ga dibayar, ini murni review). Jangan lupa baca juga tips dan etika onsen ya.

Sewa Yukata


Awalnya kami ragu menyewa yukata atau tidak. Tapi mengingat pepatah "lebih baik menyesal beli daripada menyesal ga beli", akhirnya kami menyewa yukata juga ^_^. Kami menyewanya di Wargo Kyoto Kimono Rental dekat Kyoto Station. Pesan online via web lebih murah daripada langsung go show hari H. Tips, jika itinerary sudah jadi sebaiknya memesan yukata lebih cepat. Kami pesan dadakan 11 hari sebelum hari H untuk 6 orang. Jam yang tersedia adalah 09.30 pagi dan kena early fee 300 yen per orang. Setelah itu yang tersedia untuk 6 orang adalah jam 11.30, tapi udah kesiangan banget. Biasanya juga warna & motif yang bagus sudah disewa duluan oleh orang.







Foto-foto perjalanan kami bisa dilihat lebih banyak di sini ^_^

Semoga bermanfaat ya teman-teman!
Jika ada pertanyaan, silahkan comment di bawah. Akan saya jawab sebisa saya 😃

5 comments: