Surprising Japan Okujou: Kenrokuen Garden - Higashi Chaya Machi - Samurai Street House (Day 03)

, , , , 2 Comments





Hari ketiga mengikuti tour Suprising Japan Okujou yang diadakan oleh Golden Rama~

Hari ini kami ke kota Kanazawa, prefecture Ishikawa untuk mengunjungi Kenrokuen Garden, Higashi Chaya Machi dan Samurai Street House. Perjalanan dari hotel di kota Nagano memakan waktu sekitar 2 jam (peta Jepang dan rute tour dapat dilihat di sini).

2 comments:

Tips Berendam di Pemandian Air Panas Jepang (Onsen)

, , , 5 Comments



Onsen (♨) dalam bahasa Jepang berarti sumber air panas dan sekarang ini memiliki arti fasilitas pemandian air panas. Sumber air panas dapat berasal dari magma di dasar gunung berapi, maupun bukan. Air panas ini kaya akan mineral dan jenisnya berbeda-beda antar onsen, sehingga memiliki warna air, aroma dan efek kesehatan yang berbeda. Onsen juga memberikan efek rileks pada tubuh dan pikiran. Karena itulah, Onsen cukup populer di Jepang dan merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan.

Aku akan bagikan tips ngonsen berdasarkan pengalaman ngonsen 3x di hotel yang berbeda di Jepang saat tour bersama Golden Rama (nama hotel dan alamatnya dapat dilihat di sini). Oh ya, mengambil foto tidak diperbolehkan di dalam onsen, jadi foto original dariku cuma foto kenampakan pintu onsen di bawah. 

5 comments:

Surprising Japan Okujou: Jakarta - Lake Ashi (Day 01 - 02)

, , , , 0 Comments


Jakarta - Bali - Narita
Pesawat yang kami tumpangi dari Jakarta ke Denpasar adalah Garuda Indonesia GA 412 pukul 19.55 WIB. Peserta tour diminta sudah berada di terminal 2 pada pukul 15.00 WIB. Setelah tiba, koper kami diambil alih oleh Golden Rama untuk dimasukkan ke bagasi. Kami diberikan boarding pass, passport, name tag kabin serta customs declaration yang telah diisi, kecuali jumlah uang (Yen & USD) yang dibawa dan tanda tangan. Tour Leader yang menemani kami selama di Jepang bernama Kevin Portisch.
Nunggu boarding, narsis ama bokap nyokap

Kami tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar pada pukul 23.30 WITA dan harus berpindah terminal dari domestik ke internasional. Bandara Ngurah Rai ini berasa banget perbedaannya dibanding bandara lain di Indonesia. Aroma liburan tercium. Design khas indonesia, toko oleh-oleh/souvenir, penumpang yang berbagai bahasa (English, China, Jepang, dll) dan yang paling terlihat adalah antrian toilet ala luar negeri. Antrian toilet ala luar negeri yang gimana tuh? Aku tidak tau istilah umumnya, tapi maksudku yang antrian 1 orang untuk semua bilik toilet. Jadi antriannya 1 line/baris, ketika salah satu bilik sudah digunakan, orang yang berada paling depan di antrian masuk ke bilik tersebut. Kalau antrian ala Indonesia, 1 orang antri di depan 1 bilik toilet pilihannya. IMO (In My Opinion) antrian ala luar negeri lebih cepat dan adil. Kadang ngeselin jika sudah antri ala luar negeri, eh ada ibu-ibu malah antri ala Indonesia alias nyerobot (-.-)"

Kami diarahkan untuk naik pesawat pada pukul 00.00 WITA dengan pesawat yang sama ketika dari Jakarta ke Denpasar. Perjalanan dari Denpasar ke Jepang memakan waktu sekitar 8,5 jam dan tiba di Bandara Narita, Jepang pada pukul 09.30 waktu setempat (GMT +9). Waktu di Jepang satu jam lebih cepat daripada waktu di Denpasar *dengan nada pramugari*, dengan kata lain dua jam lebih cepat daripada di Jakarta (WIB).

Saat daratan Jepang mulai terlihat di jendela pesawat, mataku berkaca-kaca.. Terharu bahagia, ga nyangka bisa ke Jepang juga... aaaaaaa... *lebay dot com* Selama ini cuma bisa mupeng dan gigit jari lihat foto orang liburan di Jepang.. Impian dari kecilku terwujud juga (T^T)
Terharu bahagia, daratan Jepang mulai terlihat T^T

Setelah melewati imigrasi dan pengambilan koper, kami disambut oleh tour guide lokal bernama Mr. David. Actually, dia masih kewarganegaraan Singapore dan dulu dia di Singapore membawa tour tamu/wisatawan dari Jepang. Karena tour guide yang mengerti bahasa Inggris sedikit, dia 'ditarik' ke Jepang untuk membawa tour. He is so funny, discipline, well informed and attentive. We called him Mr. Nice Guy because he always smile, making joke, sometimes dance randomly xD

Kami memulai perjalanan ke lokasi yang pertama, yaitu Lake Ashi. Seharusnya setelah dari Lake Ashi perjalanan dilanjutkan ke Gotemba Heiwa Park. Karena waktu yang terbatas: perjalanan dari Lake Ashi menuju Hotel memakan waktu 3 jam, Gotemba Heiwa Park dipindah ke hari ke-6. Oh ya cerita dikit, sebenarnya Gotemba Heiwa Park ini tujuan pengganti. Di Itenerary paling awal, kami seharusnya mengunjungi Owakudani Sulfurous Pond dan di-cancel karena kondisi tidak memungkinkan. Di sana sedang terjadi erupsi dan sudah berstatus siaga 3. Informasi mengenai kondisi Owakudani Sulfurous Pond dapat dilihat di website http://www.pref.kanagawa.jp/mlt/f532580/. Sebelum penggantian tersebut disampaikan oleh Golden Rama, aku sudah curiga karena dari bulan Mei Owakudani Sulfurous Pond sudah tidak bisa diakses oleh wisatawan akibat erupsi. Ternyata sampai bulan Juli masih belum membaik. Ah kecewa ga ke sana, mau coba kuro tamago (telur hitam) tapi yah sudahlah rapopo~

Lake Ashi
Lake Ashi (芦ノ湖 Ashi-no-ko) atau Hakone Lake merupakan danau yang terbentuk dari letusan gunung Hakone 3000 tahun yang lalu. Danau ini terletak di Prefecture Kanagawa, barat daya dari Tokyo. Dari berbagai artikel yang kubaca, lake Ashi terkenal akan pemandangan gunung Fuji, gerbang Torii yang berdiri di danau serta kapal bajak laut yang dapat dinaiki melintasi danau. Daaann... sayang sekali sodara-sodara semua itu tidak kudapatkan. Sekali lagi karena faktor alam yang tidak bersahabat yaitu cuaca lagi berawan dan angin kencang. 
Seharusnya seperti ini

Gerbang Torii yang unik tersebut tidak dilewati, karena gerbang Torii ini terletak pada rute Motohakone (no 2) ke Hakone-en (no 3) dan rutenya diganti menjadi Hakone-en (no 3) ke Kojiri (no 4). Kemudian karena angin kencang juga, kapal bajak laut tidak dapat digunakan dan diganti menjadi kapal cruise biasa. Padahal kalau naik kapal bajak laut itu, aku mau angkat kedua tangan dan teriak ala Luffy One Piece "Ore wa kaizoku-ou ni naru otoko da" xD
Rute Kapal
Price List
Timetable
Ternyata di Jepang ada juga bebek-bebek yang dikayuh sendiri
Mt. Fuji seharusnya bisa terlihat dari sini, tapi tertutup awan :(
Cruise yang kami naiki
Pemandangan Lake Ashi
Deck paling atas
There is small Torii gate but I still can't figure it out why this one isn't famous

Setelah puas makan angin Lake Ashi, kini saatnya makan makanan Jepang. Perut sudah laper banget. Kami makan di restaurant yang terletak di pinggir Lake Ashi. Restaurant ini terletak di lantai 2, sedangkan lantai 1 nya adalah toko souvenir. Ketika memasuki ruangan restaurant, makanan sudah tersedia di meja *mata berbinar-binar*

ITADAKIMASUUU~

Menu set nya menarik banget yah xD

Jenis makanannya banyak banget, jadi semangat icip satu-satu. Ada mie soba, kuah miso, ikan ku, tempura + shoyu-nya, chawanmusi, mochi dan makanan lainnya yang namanya tidak aku ketahui. Gelas yang di tengah adalah wine peach yang merupakan compliment/tester dari restaurant agar kami membelinya di toko lantai 1. Rasanya lumayan enak. Oh iya, ini pertama kalinya coba nasi Jepang. Oishii! Bulir nasinya agak panjang, pulen, lengket satu sama lain sehingga mudah diambil dengan sumpit xD

Penampilan makanan juga dibuat menarik
Tempura: ebi (udang), ubi jalar, paprika hijau, dll
Mochi kacang merah

Huaahh perut kenyang, hati senang~

Selesai makan, aku langsung cus ke lantai 1 untuk shopping. Toko pertama sejak ke Jepang masih belum berani beli banyak, masih sedikit shock dengan harganya.. LoL. Maklum di negeri impian sejak kecil ini banyak barang/makanan yang menarik, tapi duit tidak mendukung. Jadi kudu selektif berbelanja, jangan sampai kalap di awal, nangis di akhir xD Akhirnya aku beli yang sudah kuincar sebelum ke Jepang yaitu KitKat Strawberry Cheese Cake edisi Gunung Fuji dengan harga ¥648 serta Furikaki (biji-bijian untuk taburan di nasi) dengan harga ¥540. Nilai tukar yen saat itu adalah 1 yen = Rp 110. Perjalanan dilanjutkan ke hotel di kota Nagano, prefecture Nagano.

Furikaki, cocok bingits untuk taburan di nasi

Tour Guide mengatakan hotel yang kami tempati merupakan hotel semi tradisional Jepang yang menyediakan yukata, futon (kasur tradisional Jepang) dan onsen (pemandian air panas). Dari lobby hotel saja aku sudah dibuat kagum, sudah berasa Jepang banget, ada naikan satu anak tangga lalu diharuskan melepas dan menaruh sepatu di loker yang disediakan serta memakai sendal hotel yang berbahan semacam bambu. Biasanya lihat di anime atau baca di komik, setelah pintu masuk rumah ada satu anak tangga ke atas yang merupakan batas pergantian sendal. Contoh pada komik doraemon, nobita melempar sepatunya di sana dan berlari sambil menangis dan berteriak "Doraemoonnn.... tolong akuuu...". Kamar lebih berasa Jepang banget: tatami, futon, shoji (sliding door), meja pendek, kursi tanpa kaki, dan anak tangga turun di wc + sendal wc nya. Sugoi~~ *mata berbinar-binar*

Sebelum masuk ruang yang bertatami
Sugoi desu ne?? *^_^*
Dibalik shoji ada sofa dan teras

Menu makan malam hari ini ada yang spesial, yaitu sashimi dan unagi (ikan sidat). Kami diceritakan oleh Mr. David bahwa di Jepang tuna sashimi lebih populer daripada salmon sashimi (terbalik dengan di Indo) karena salmon tidak sepenuhnya tinggal di lautan. Salmon akan kembali ke perairan untuk bertelur dan di perairan tersebut ada kemungkinan salmon mengkonsumsi yang tercemar, karena itulah tuna yang sepenuhnya hidup di laut lebih populer di Jepang. Kemudian orang Jepang biasanya memakan sashimi pertama kali sebelum menyantap makanan yang lain untuk membuat mulut penuh dengan rasa umami. Selain itu, Mr. David bercerita tentang unagi yang diternak di Jepang baru dipanen pada umur tertentu saat rasa dan tekstur paling oke. Unagi merupakan makanan tradisi orang Jepang pada musim summer. Paling tidak mereka makan sekali pada musim summer. Sashimi dan unagi yang disajikan ini enak bingitssss. Lembut, rasanya soft dan gurihnya pas. Kali ini nasi jepangnya dicampur dengan edamame. Saya yang katrok, tidak pernah coba edamame langsung jatuh cinta dan sampai akhir tour makan edamame setiap disajikan xD

Menu makan malam
Tuna & Hamachi Sashimi
Unagi
Dessert :9

Saatnya mencoba pemandian air panas alias Onsen. Onsen pada hotel ini ada yang outdoor dan indoor. Kami mencoba onsen indoor karena lebih dekat dengan kamar + masih malu karena onsen outdoor dapat diakses oleh orang umum, sedangkan onsen indoor hanya tamu hotel. Tips dalam ngonsen kuceritakan di post ini.

Berpose memakai yukata

Yosh! Kita lanjut ke hari ketiga yaa: Kenrokuen Garden - Higashi Chaya Machi - Samurai Street House.

おやすみなさい~

0 comments:

Impian ke Jepang: Surprising Japan Okujou (13-21 July 2015)


Haiiiiii!
Lama banget ga ngepost di sini. Long time no see, long time no see~ *nada lagunya TOP Big Bang*
Urusan ini dan itu (I'll tell you later, still secret now :p) membuat waktu tersita banyak. Ada beberapa produk etude udah difoto dan dipakai namun ga sempat direview di sini. But, there's more interesting topic I would like to share. I have been to a place that I dreamed for, the only place I want to go before die,   Jepang 日本!

sumber: wikipedia

Kepergian ke Jepang ini bukanlah yang direncanakan jauh sebelumnya. Namun, keinginan ke Jepang sudah dari kecil karena kecintaan akan Anime, Manga dan queen of pop Jepang yaitu Ayumi Hamasaki (kalau diceritakan dari awal sampai akhir pembaca bisa ketiduran xD). Honestly aku tidak pernah menyangka akan terwujud secepat ini. Kupikir nanti anak sudah gede baru ada duit untuk ke Jepang dengan suami xD But, hey.. universe berkata lain. Sekitar bulan April nyokap bilang ada wacana ke Jepang sekeluarga dengan ii/tante saat libur lebaran nanti. Wow! Wow! Wow! Senang! AAAA.. tapi ga mau terlalu ngarep juga karena atut atit ati kalau ga jadi :(

Kami kemudian mulai mencari paket tour yang sesuai di travel-travel. Kami ga jalan sendiri karena keterbatasan waktu dan bahasa (menurut pengalaman traveller, perlu spare waktu sekitar 1 tahun untuk planning ke Jepang karena harus planning serinci-rincinya). Ii pengen ke Tateyama Kurobe Alpine Route karena tembok saljunya yang unik sekalian supaya kami bisa rasain salju. Kami semua sepakat tidak ingin ke wahana bermain seperti Universal Studio di Osaka dan Disney di Tokyo, karena Jepang sendiri bagus banget dan banyak yang bisa dilihat. Kenapa harus liat western stuffs di negara seindah ini? *pencinta Jepang garis keras* lol. Sayangnya hampir semua rute yang ditawarkan ada wahana bermainnya. Kami sempat menemukan rute yang sesuai di salah satu travel. Setelah nyaris DP, akhirnya kami batal mengambil tour ini karena ketidakpastian berangkat (masih menunggu quota peserta terpenuhi) dan informasi yang tidak konsisten antara sales di Makassar dan Jakarta (FYI bokap, nyokap, koko, ipar dan ponakan tinggal di Makassar dan rencananya segala keperluan & visa akan diurus di Makassar).

Singkat kata, akhirnya kami menemukan rute yang paling oke: tanpa wahana bermain (walau tanpa Tateyama Kurobe Alpine Route -> mungkin karena pada bulan Juli di Jepang sedang musim summer sehingga es pada Pegunungan Tateyama mencair), tanggal berangkat dan pulang cocok serta pasti berangkat karena quota sudah mencukupi. Rute itu adalah Surprising Japan Okujou by Golden Rama.

Itinerary-nya adalah sebagai berikut:
Aku coba buat Itinerary yang to the point beserta list hotel ^_^
(klik gambarnya untuk ukuran besar)



Jika dilihat dari peta Jepang, perjalanan dimulai dari Prefecture Chiba (no 12) ke arah barat kemudian ke selatan, ke utara dan kembali ke Prefecture Chiba.
Urutan perjalanan: 12 - 14 - 22 - 20 - 17 - 21 - 26 - 29 - 23 - 22 - 19 - 14 - 13 -12




Surprising Japan Okujou
Okujou (屋上) dalam bahasa indonesia adalah atap. Jadi bisa kebayang kan mau lihat apa aja? Yup, highlight dari rute ini adalah Shirakawago (Day 04) yang mempunyai atap unik berbentuk tangan sedang berdoa. Aku akan ceritakan lebih lanjut nanti di post tersendiri ^_^ Selain Shirakawago, tempat yang unik dan berhubungan dengan atap/rumah adalah Higachi Chaya Machi (Day 03), Samurai House Street (Day 03) dan Takayama Old Town (Day 04).
Shirakawago (Day 04)

Overall, tour di Jepang selama 9 hari ini lancar! Tour Leader dari Indonesia dan Jepang oke, supir bus oke, anggota tour menyenangkan dan tepat waktu kemudian yang paling penting seluruh tempat berhasil dikunjungi. Walaupun ada faktor cuaca seperti angin kencang yang membuat rencana sedikit melenceng di Lake Ashi (Day 02) dan hujan yang membuat kami basah-basahan + kurang bisa menikmati objek wisata di Kyoto dan Nara (Day 05). But it's okay dan ga fatal ^_^

Hujan di Fushimi Inari, Kyoto (Day 05)

Keinginan seumur hidup terpenuhilah sudah. Kata-kata yang bisa mengekspresikan perjalanan ke Jepang ini: amazing, unforgettable, excited and happy! Hampir semua barang, semua yang ingin aku lihat dan lakukan terpenuhi. Suatu hari pengen balik lagi terutama ke kota Tokyo dan Osaka tanpa tour travel. Kenapa? Soalnya pergi beberapa tempat sehari membuat waktu setiap tempat terbatas, membuat kami terburu-buru dan kurang meng-explore tempat tersebut (belum lagi kudu belanja oleh-oleh xP). But, aku juga terbantu banget dengan adanya tour travel. Hal-hal seperti transportasi, hotel dan makan sudah diatur oleh mereka. Aku juga bisa bertanya macam-macam seputar objek, kebudayaan lokal dan bahasa Jepang ke local tour leader. Contohnya waktu membeli umaibo, snack zaman dulu Jepang yang mirip momogi di Indonesia, eh.. apa momogi yang mirip umaibo? xP Tulisan rasa/flavor-nya bahasa kanji dan ga bisa ditebak melalui gambar di kemasannya. Tanya ke local tour leader dan ternyata rasanya cukup unik seperti salad, pedes, yakitori dan takoyaki xD so, tour travel dan jalan sendiri punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tinggal menyesuaikan aja dengan kebutuhan (dan duit).. yohohohoho *ketawa ala Brook One Piece*

Welcome to Japan!
Yoshhh sekian pembukaan, itinerary dan review overall Surprising Japan Okujou by Golden Rama (13 - 21 Juli 2015). Rincian per hari akan ku post satu persatu. Mungkin agak lama, maklum masih newbie dengan nge-blog. But I'll try my best! Ja ne じゃね~ (^o^)/


Ulasan perhari:
- Surprising Japan Okujou : Jakarta - Bali - Narita - Lake Ashi (Day 01 - 02)
Surprising Japan Okujou : Kenrokuen Garden - Higashi Chaya Machi - Samurai Street House (Day 03)
Surprising Japan Okujou: Shirakawago - Takayama Old Town (Day 04)
- Surprising Japan Okujou: Kiyomizu Dera, Fushimi Inari Taisha & Todaiji (Day-05)

Baca juga:
Tips Berendam di Pemandian Air Panas Jepang (Onsen)
- Keunikan Penutup Lubang Got di Jepang

0 comments: